Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Asal-Usul Pulau Kambang dan Kera Penghuninya

Posted by Anak Sultan pada Februari 26, 2007

Pulau Kambang adalah objek wisata yang jarang terlewatkan apabila orang mengunjungi pasar terapung. Selain tempatnya yang berada disekeliling sungai dan berbentuk pulau kecil juga mudah didatangi. Sebenarnya pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Barito Kuala, namun lebih dekat dengan Banjarmasin. Pada gilirannya objek wisata Pulau Kambang ini ditawarkan dalam satu paket dengan Pasar Terapung yang merupakan andalan kepariwisataan kota Banjarmasin.

Di Pulau Kambang ini terdapat ribuan warik (kera) yang selalu datang mendekat ke arah pengunjung, terlebih lagi jika mereka sedang lapar. Tidak jarang warik-warik itu merebut benda yang ada dipangkuan pengunjung. Ketertarikan orang pada Pulau Kambang ini ternyata berbeda-beda tujuannya. Ada yang memanfaatkan karena letaknya dekat pasar terapung dan sekaligus ingin melihat warik yang ada disana. Selain itu ada pula pengunjung yang punya niat atau nadzar tertentu, sehingga mereka harus datang ke pulau kambang. Mengapa yang datang tidak cuma bertujuan berwisata dan ada apa dibalik itu ?

Terjadinya Pulang Kambang

Dahulu di antero nusantara terdapat kerajaan-kerajaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Di Banjarmasin tepatnya Muara Kuin berdiri sebuah Kerajaan. Dalam penuturan yang diterima masyarakat secara turun temurun diceriterakan pada kerajaan tersebut ada seorang patih yang sangat sakti, berani dan gagah perkasa bernama Datu Pujung.

Datu Pujung ini menjadi andalan dan merupakan benteng pertahanan terhadap orang-orang yang ingin mengusai atau berbuat jahat pada Kerajaan Kuin. Suatu ketika seperti yang dituturkan dalam cerita para orang tua dahulu datang sebuah kapal Inggeris dengan membawa penumpang atau awak kapal yang kebanyakan orang Cina. Mereka diketahui ingin tinggal dan menguasai kerajaan Kuin. Untuk melaksanakan niat mereka itu tentu saja harus berhadapan dengan Datu Pujung. Ketentuan dan persyaratan dari Datu Pujung kalau ingin mengusai kerajaan Kuin harus dapat melewati ujian yang ditetapkan, yaitu bisa membelah kayu besar tanpa alat atau senjata. Ternyata persyaratan dari Datu Pujung ini tidak dapat dipenuhi oleh mereka yang ingin menguasai kerajaan tesebut. Sebaliknya Datu Pujung memperlihatkan kesaktiannya dan dengan mudah membelah kayu besar itu tanpa alat. Datu Pujung membuktikan kepada orang-orang yang datang berkapal itu bahwa persyaratan yang diajukannya bukanlah omong kosong atau sesuatu yang mustahil.

Disebabkan para pendatang yang ada di dalam kapal Inggeris itu tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka oleh Datu Pujung diminta untuk membatalkan niat menguasai kerajaan Kuin dan agar kembali ke negeri asalnya Namun mereka bersikeras ingin tinggal menetap dan menguasai kerajaan Kuin sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena mereka tetap memaksakan kehendaknya, akhirnya Datu Pujung dengan kesaktiannya menenggelamkan kapal beserta seluruh penumpang yang ada didalamnya.

Setelah sekian lama, bangkai kapal yang ada dipermukaan air itu menghalangi setiap batang kayu yang hanyut. Dari hari ke hari semakin bertumpuk kayu-kayu yang tersangkut dan kemudian tumbuh pepohonan yang menjadi sebuah pulau di tengah sungai. Pada pulau yang ditumbuhi pepohonan ini telah pula dihinggapi oleh burung-burung dan bersarang disana.

Cerita tentang tenggelamnya kapal dengan para penumpangnya yang kebanyakan etnis Cina tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan waktu ke waktu. Sehingga mereka yang berasal dari keturunan Cinapun banyak yang mengunjungi pulau tersebut untuk mengenang dan memberikan penghormatan terhadap jasad yang berkubur di situ. Jadilah pulau ini sebagai tempat penyampaian doa nadzar, terutama bagi mereka yang merasa memiliki ikatan batin atas keberadaan pulau itu. Dahulu setiap orang yang berkunjung ke sana membawa sejumlah untaian kambang (bunga), dan karena berlangsung sepanjang waktu terjadilah tumpukan kambang yang sangat banyak. Mereka yang melintasi pulau itu selalu melihat dan menyaksikan tumpukan kambang yang begitu banyak. Oleh karena selalu menarik perhatian bagi mereka yang melintasi tempat ini dan menjadi penanda, maka untuk menyebutnya diberi nama Pulau Kambang.

Lama kelamaan nama pulau kambang semakin dikenal dan ramai dikunjungi orang dengan niat dan tujuan yang berbeda-beda. Misalnya ada yang mengkeramatkannya atau sekadar ingin tahu keberadaan pulau kambang yang telah melegenda itu. Sekarang pun masih ditemui adanya kunjungan dari mereka yang punya hajat tertentu dan berbaur dengan para pengunjung atau para wisatawan lainnya setelah mengunjungi pasar terapung.

Keberadaan Warik Pulau Kambang

Bagaimana pula dengan Warik yang banyak di pulau kambang itu? Ternyata memang memiliki cerita tersendiri dan menjadikan pulau ini memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Dalam ceriteranya disebutkan salah satu keturunan raja di daerah Kuin tidak dikaruniai anak. Menurut ramalan ahli nujum kalau ingin punya anak harus berkunjung ke Pulau Kambang dengan mengadakan upacara badudus (mandi-mandi). Ramalan dan nasihat ahli nujum ini dipenuhi oleh kerabat kerajaan. Beberapa waktu setelah mengadakan upacara di Pulau Kambang itu, ternyata isteri dari keturunan raja dimaksud hamil. Begitu gembira dan bahagianya keluarga raja dengan kehadiran anak yang dinanti-nantikan, maka raja yang berkuasa memerintahkan petugas kerajaan untuk menjaga pulau tersebut agar tidak ada yang merusak atau mengganggunya.

Petugas kerajaan yang mendapat perintah menjaga pulau ini membawa dua ekor warik besar, jantan dan betina yang diberi nama si Anggur. Konon menurut ceritanya setelah sekian lama petugas kerajaan ini menghilang secara gaib, tak diketahui kemana perginya. Sedangkan warik yang ditinggalkannya beranak pinak dan menjadi penghuni pulau kambang. Para orang tua dahulu ketika mengunjungi pulang kambang masih bisa melihat si Anggur yang memang berbeda dari warik biasa.

Keberadaan warik-warik ini telah menjadikan pulau kambang semakin menarik untuk dikunjungi. Berdasarkan hasil pengamatan yang pernah dilakukan oleh mereka yang perhatian terhadap keberadaan warik di pulau kambang ini diketahui ada dua kumpulan kera yang keluar dari persembunyiannya secara bergantian. Rombongan warik pertama yang keluar sekitar pukul 05.00 s.d. l3.00 dan setelah itu disambung oleh kumpulan warik sip kedua yang berada di tengah pengunjung pulau kambang. Kalau rombongan sip pertama tidak menaati ketentuan dengan pengertian melewati batas waktu operasional, maka ia akan diburu oleh rombongan warik lainnya. Tepatnya waktu itu mungkin hanya sesama warik yang tahu.

Begitulah asal muasal pulau Kambang beserta warik penghuninya. Tentang kebenarannya terpulang kepada Yang Maha Esa. Bahwa Pulau Kambang dan warik itu memang nyata dikelilingi sungai sekitarnya, tak perlu mempersoalkan keberadaannya. Tapi jangan lupa mengunjungi sebagai tempat wisata.

About these ads

39 Tanggapan to “Asal-Usul Pulau Kambang dan Kera Penghuninya”

  1. joni arianto said

    bagus bung ersa, lawas kada tedangarsekalinyaa
    adadisini

  2. M.T. Rahman, S.Pd. said

    Akai yaku! Lawasnya aku bagana di Banjarmasin pahin kuliah kada tahu kisah nang kaya ini. Pahin tulak ka Pulau Kambang gin kada suah mandangar ada jua kalinya kisahnya. Ayu ai tkb atas kikisahnya.

  3. mas kumis said

    kisah-kisah nang kaya ini nang lawas ulun cari’i….
    ayu mang… ulun mandukung pian…
    hiduuuuup banjaaarrrrrr………

  4. made said

    wihh…sangat bagus banget semua crita yang di tampilkan, mohon dikirimin ke email saya cerita yang judulnyaasal usaul pulau kambang

  5. made said

    wih…bangus2 bgt critanya tlng kirimin saya yang judulnya pulau kambang

  6. wih….bagus critanya, kapan ya saya bisa jadipemain teater ngetop” hehehe….

  7. ohhhhhhhhhhhhhh……..
    kaya itu kah kisahnya??
    ulun kira bubuhan orang inggris wan urang cina nang di kapal tu yg jadi wariknya,sakalinya lain leh…
    hehee

  8. lek bejo said

    mantap

  9. BEKKA PLOND said

    untuk hikayat itu nampak banar mangaradaunya , nang ngaran kerajaan di banjar ni sa bu butingan nya , pada kerajaan nang diketuai pangeran suriansyah, mun datu pujung tatamu kapal inggris , inggris nang dimanalah , satahu ku inggris tu pernah menguasai nusantara, dalam catatan raffless , di borneo kadada nang bangaran datu pujung, macam macam maulah kisah , mun gasan marami i bagus haja , mun gasan dijual pariwisata kada usah , baik maulah pasar terapung kayapa sakira rami tarus saban hari wan jadi pusat grosir hasil bumi di kalsel nang kaya di thailand jadi urang walanda wan inggris , amirika rami inya bakunjangan di banua kita, kada kaya wayah ini, bilang kawa dihitung jari , jangan kalah wan bali , mun soal alam dan budaya kita lebih baik cuma urangnya haja sabarataan kada sadar bahwa wisata mendatangkan uncuy alias duit he he he he

  10. Ulun kira WARIKNYA hanyar beberapa puluh tahun ja diandaki.. sakalinya sudah ba abad-abad

  11. Edy S. Adam said

    Saya pernah berkunjung ke Pulau Kambang, dan bermain dengan para warik ( ikut gendong dan naik turun bergelayut dibadan) . Menurut Kuncen ( Penjaga ) pulau Kambang, ada satu Warik yang didaulat sebagai Pimpinan dari para Warik disana, memiliki ciri khusus pada tubuhnya, dan ketika mau pulang saya diantar oleh yang bersangkutan sampai di tepi dermaga .Ada yang tahu siapa namanya dan bagaimana kisahnya….??? ceritakan agar saya lebih tahu tentang sejarah Pulau Kambang ini. Dan katanya, pulau inipun memiliki kaitan dengan keberadaan Pangeran Surianata dan Putri Junjung Buih….. Tks

  12. Djamiat said

    Ternyata kisah asal usulnya sangat mambuka hati ini nang sebanarnya aku urang banjar asli hanya tahu kisahnya badamintu laha…..

  13. Ahsana said

    Menurut ulun,tentang warik2 dipulau kambang ada versi lainnya.tp saya lupa.ingat dikit aja.
    cerita nya tentang sepasang warik yg ada dipulau kambang tu,
    ada seorang pemuda yg mpy 2 warik.dia sangat sayang thd warik nya.dan warik nya sangat menyukai makanan ( jenis makanan ya saya lupa,yg saya ingat kembang gula dan kelapa ).krn umur,kedua warik tu mati,utk mengenang kedua warik itu.pemuda itu sering memberikan makanan kesukaan warik nya.
    cuma itu yg saya ingat.
    tentang nama warik nya saya lupa.soalnya kakek saya menyebut nama mereka hanya sekali.
    berkaitan nama warik itu pengobatan bg anak2 yg sering sakit.
    tolong bl ada yg tau ,dilengkapi cerita saya..dan kalau bs krm ke email saya ahsana82@yahoo.com.
    bl ada kata2 yg slh.tlng dimaafkan.

  14. aamithq said

    owwhg gto

  15. Novietasari said

    terkadang banyak anak anak remaja yang tidak mengetahui sejarah pulau kambang

  16. viviyen said

    Oooo asal usul pulau kembang ternyata seperti yg diceritakan diatas yah..tapi aq pernah kesana dan mendapati warik2 nya itu beda2 kok..ada yg idung nya panjang sama pesek..tempat nya 1 pulau tp mereka nga pernah gabung… ya pulau kembang emang penuh sejarah dan agak2 misteri juga…

  17. radha said

    dua laki bini ujar .. ?

  18. Achmad said

    Kalo Taw Q kesana

  19. pasifo98 said

    Reblogged this on amrillmartapuraa and commented:
    Add your thoughts here… (optional)

  20. Ghina Farida said

    minta ya????

  21. mirna salsabila said

    bujuran lh ito kisahnya….

  22. Sama kesahnxa dengan sejarah,
    Ok coyy law ada tlng dikrim lg wal.

  23. [...] http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/02/26/asal-usul-pulau-kambang-dan-kera-penghuninya/ [...]

  24. Mayya Angelina Marqueza said

    Ouh kya itu kah, dkra yg jd warik nya th urg2 yg zaman bahari yg dkutuk .
    Haha

  25. admin ulun repost boleh haja lah ?

  26. MA’I RAMI JUALAH KISAHNY KD MNYNGKA ULUN,,,KALAU NANG KYA IT MULANY

  27. hafiz said

    baru z ku tau asal-muasal tterbentuk x pulau kembang

  28. hanyar ja unda thu lwan ksah nya neh !

  29. Bagaimana dgn cerita Warik Bakantan ?

    Menurut cerita yg pernah saya dengar sih. Kapal yg berisi org2 Belanda itu dikutuk jadi kera (warik).
    Jadilah mereka Kera (Warik) Bakantan..

  30. hikmah said

    amun ada kish lainnya,kirm saya?lah

  31. hikmah said

    thenlc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: