Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Sekilas Proses Perkawinan Adat Banjar

Posted by Anak Sultan pada Maret 14, 2007

Berikut akan saya ceritakan sekilas dulu mengenai proses-proses yang mengiringi acara perkawinan dalam adat Banjar. Di tulisan yang lain akan dibahas lebih detail.

Perkawinan adat Banjar dipengaruhi oleh unsur dalam agama Islam, dalam perkawinan Banjar nampak jelas begitu besar penghormatan terhadap posisi wanita. Hal itu merupakan penerapan dari ajaran Islam yang mengemukakan ungkapan “surga itu dibawah telapak kaki ibu” dan kalimat “wanita itu adalah tiang negara”. Acara demi acara yang dilaksanakan semuanya berpusat di tempat atau di rumah pihak calon mempelai wanita, pihak dari keluarga laki-laki yang datang menghormati kepada keluarga mempelai wanita.

Urutan proses yang umum terjadi di kalangan keluarga calon pengantin adalah:

  1. Basusuluh (mencari informasi secara diam-diam mengenai riwayat keluarga calon mempelai. Mencari informasi ini bisa melalui berbagai macam cara dan dilakukan secara cerdik)
  2. Batatakun (mencari informasi definitif, pencarian ini lebih terbuka melalui kedua pihak keluarga)
  3. Badatang (meminang)
  4. Maatar Patalian ( memberikan barang-barang antaran kepada pihak mempelai wanita, berupa barang kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan kamar tidur)
  5. Nikah (ikatan resmi menurut agama)
  6. Batatai (proses akhir dari perkawinan Banjar, upacara bersanding/pesta perkawinan)

Ditambah berbagai proses lainnya yang semuanya dilakukan di kediaman mempelai wanita. Karena perkawinan merupakan salah satu hal terpenting dalam hidup, maka keluarga kedua mempelai berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesan dan keistimewaan serta fasilitas kepada kedua mempelai, mereka dilayani bagai seorang raja dan ratu sehingga sering diberi julukan Raja Sahari (raja satu hari)

Proses-proses yang dilakukan sebelum batatai pengantin, yaitu:

  1. Manurunakan Pangantin Laki-Laki, Upacara akan dimulai saat pengantin laki-laki mulai turun dari rumahnya menuju pelaminan di rumah mempelai wanita. Proses ini memang terlihat mudah, tetapi sering pada acara inilah terjadi hal-hal yang berakibat fatal bahkan mengakibatkan batalnya seluruh acara perkawinan. Di masa lalu, tidak jarang laki-laki saingan yang gagal memperoleh hati wanita yang akan segera menikah melakukan segala cara untuk menggagalkan pernikahan yang akan segera berlangsung. Mereka berusaha menggagalkan dengan cara halus (gaib) terutama saat ijab kabul tiba. Mempelai laki-laki akan muntah-muntah dan sakit, ada juga yang tidak dapat menggerakkan kakinya untuk melangkah padahal rumah wanitanya sudah didepan mata. Untuk mengantipasi hal ini biasanya para tetuha keluarga memberikan sangu dengan doa-doa khusus. Selain itu saat kaki calon pengantin laki-laki melangkah pertama kali akan didendangkan shalawat nabi dan ditaburi baras kuning.

    manurunakan.jpg

  2. Maarak Pengantin Laki-laki, saat tidak ada lagi gangguan terjadi rombongan pengantar akan bergerak menuju rumah mempelai wanita (dahulu jarak antar rumah calon relatif dekat sehingga warga berjalan kaki beramai-ramai). Kira-kira beberapa puluh meter di depan rumah mempelai, saat inilah berbagai macam kesenian akan ditampilkan. Diantaranya, Sinoman Hadrah, Kuda Gipang, bahkan ada musik Bamban (sejenis Tanjidor Betawi). Mempelai laki-laki yang melewati barisan Sinoman Hadrah akan dilindungi oleh Payung Ubur-Ubur, payung ini akan terus berputar-putar melindungi pengantin sambil rombongan bergerak menuju rumah mempelai wanita.
    maarak.jpg

  3. Batatai Pengantin, proses terakhir dalam pesta. Kedua mempelai bertemu dan dipertontonkan di atas mahligai pelaminan disaksikan seluruh undangan yang hadir.
    batatai.jpg

Selain rangkaian proses di atas masih ada beberapa proses perkawinan adat Banjar yang dilakukan oleh keluarga kedua mempelai sebagai penunjang suksesnya hari batatai pengantin.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

About these ads

45 Tanggapan to “Sekilas Proses Perkawinan Adat Banjar”

  1. pikojogja said

    Urutan proses yang umum terjadi di kalangan keluarga calon pengantin adalah:

    1. Basusuluh (mencari informasi secara diam-diam mengenai riwayat keluarga calon mempelai. Mencari informasi ini bisa melalui berbagai macam cara dan dilakukan secara cerdik)
    2. Batatakun (mencari informasi definitif, pencarian ini lebih terbuka melalui kedua pihak keluarga)
    3. Badatang (meminang)
    4. Maatar Patalian ( memberikan barang-barang antaran kepada pihak mempelai wanita, berupa barang kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan kamar tidur)
    5. Nikah (ikatan resmi menurut agama)
    6. Batatai (proses akhir dari perkawinan Banjar, upacara bersanding/pesta perkawinan)

    tahap-tahapannya sama sama Islam… tapi praktiknya ga sama…

    Ya ada perbedaan dalam penerapannya, mungkin disebabkan budaya setempat yang lebih dulu ada (Hindu, Kaharingan/Dayak) berakulturasi dengan ajaran Islam. Ciri yang sama bisa ditemui dalam setiap kebudayaan yang ada pada daerah-daerah di Indonesia

  2. Ari said

    Aduh, Alhamdulillah ada jua urang banjar nang peduli melestariakan budaya banua. Salut gasan pian!

    mudahan batambah banyak nang umpatan, amin :)

    • ishak said

      ni ulun bangga msh ada nang ingat awan istiadat,ulun begana di banua urg di sumatera utara kabupaten serdang bedagai ulun adalah penyiar etnis banjar di radio sergai fm wan di radio sar fm ulun membawakan acara lagu2 kita urg banjar,pian nih beganak dimana?mun ada info seputar adat banjar tlg kirimakan ke alamat ulun. ishakiis78@yahoo.co.id

  3. Ari said

    Ulun handak umpatan jua nah. Tp ulun blm jls. Jer ada bbrp jenis baju penganten Banjar, tp ulun kd mengerti. Pian adakah tahu sumber yg bagus tentang hal kainian?

    ada beberapa jenis baju banjar, insya Allah dibahas, habis ini handak membahas tentang tempat bersanding balai laki dulu, habis itu hanyar jenis-jenis pakaian pengantin. mun sumbernya aku rancak batakunan haja lawan tatuha kita, ada abah M.Suriansyah Ideham, ibu Yurliani Djohansyah, sidin ni banyak tahu jenis-jenis pakaian pengantin tradisional termasuk pakaian tradisional adat gasan pakaian raja, pangeran, perwira, dll

  4. panca said

    Adik (ipar) saya (wong jawi) mau menikah dengan wanita banjar. Kami tidak tahu budaya atau tatacara pernikahan adat Banjar, sempat bingung bagaimana tatacara penyerahan jujuran. Apa dapat dijelaskan susunan lengkap acara nikahan adat Banjar dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian? Kami sekarang di samarinda, Terimakasih banyak

  5. rizal said

    saya orang keturunan jawa sumatra..akan menikahi seorang gadis banjar di martapura mohon dibantu infonya

  6. acil said

    umaaaaaaa…cagata bulu awak nah membaca…harau tenang imbah membaca…apa muar banar nah kebanyakan adat kita dipoadahakan musyrik…:(
    uma lah..ada istiadat kawinnya jaka wahini masih ada…katuju banar nah…ulun gin kada rela budaya banjar hilang

  7. istrina kena urang banjar said

    aduuuu..banyak bgt ya caranya…ulun urang jawa..kena dapet urang banjar…bujuran uyuh liat adatnya..sama uyuhnya lawan urang jawa..kena doakan lancar..

  8. LYA N LYAN said

    SAYA ORANG BANJAR TAPI SAYA LANGSUNG TAK TAHU PASAL ADAT BANJAR COS BAPA GUE DAH TAK ADA KETIKA GUEE BERUSAHA 2 TAHUN.APA LAGI DARI SEGI BAHASA..LAGILAH..HAMPEEE BUAT MALU JAK SBG KAUM BANJAR..LAGI PUN TAK LAMA LAGI GUE NAK NIKAH AND BAKAL SUAMI GUE BERBANGSA CINA..BAGAIMANA NIE????????TAK KAN NAK IKUT ADAT IBU SAYA KOT..IKUT JAK LAH KAN TAPI SEKALI DALAM SEUMUR HIDUP NAK JUGA KAHWIN CARA ADAT DARI SEBELAH BAPA….BOLEH TLGKAN JELASKAN DGN LBH LANJUT…-:)

  9. LYA N LYAN said

    Lyan: Ooo Lya, kalau nak post mesej tu gunalah huruf kecil k, orang banjar kan kecil-kecil semua jadi tak bolehlah guna huruf besar segala…

  10. LYA N LYAN said

    Lya : Suka hati gue lah apa ko peduli aku nak huruf besar kah huruf kecil kah..ko nak tegur orang tue kenapa..ada orang kutuk mesej lu kah…bencilah dgn org mcm ko nieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….p lah

  11. Nanang said

    Saya Pemuda Jawa, Menyukai Gadis Banjar, saya tidak tahu bagaimanakah saya memulainya karena saya tidak mengetahui adat istiadat disana, mohon kirimkan via email saya dan terima kasih ( nananguib@gmail.com)

  12. allegrina rebellea surviva said

    saya pembawa acara perkawinan dan mohon bantuan menjelaskan tata cara perkawinan adat banjar yang begitu anggun dan sarat makna

  13. uLpha En. eP. said

    assaLamuaLaikUm….
    aq asLi uRaNg jaTeNg,naH..kEbeTULaN aq pYa “tEMeN dEKeT” oRaNg WILUJENG (wiLayah Luar jaWa tENgaH),dY tu oRaNg baNjarmasiN,heheheehe

    aJariN baHasa baNjaR dUNk,
    aDa website buaT bLjr bHsa baNJar Nda???
    hehehehe
    waSSaLamuaLaikUM….

  14. Azeeza said

    HWahahaha…liat komennya…ko senasib…hehe…

    Saya orang Jawa..surabaya tepatnya..2 bln lagi akan menikah dgn urang Banjar…honestly ak g tw ap2 ttg urang banjar,adat banjar…kecuali soto banjar…
    so….
    helpppp me!!

    • arman said

      he…………jawa apa jar nyawa wani banar bapander kayaitu kalo pina unda tempeleng nyawa………. wanikah sudah nyawa tu jawa. kami ni tinggi harga diri jangan wani-wani lah.

  15. Fuad said

    asslm… posting nya bagus sekali.. tapi ada yg ingin saya sharing disini..
    dari referensi yg saya baca (Buku Panduan Pemilihan Nanang dan galuh Banjar Tahun 2009,, ), tahapan perkawinan adat banjar ada 17..: basusuluh, batatakunan, badatang/bapara, maantar patahan, maantar jujuran, turun nikah, bapingit/bakurung, bakasai, batimung, bapacar, mandi-mandi/badudus, batamat Qur’an, hari perkawinan, batatai, basasarangan/maantar kado, pangantin sujud, dan baelangan..
    trims..

  16. Salam kenal yah??

  17. budaya banjar tetap JAYA…
    Saya ingin menambahkan… Di kabupaten indragirihilir/kota tembilahan RIAU, disini mayoritas pendudukx brasal dr kturunan kalsel dr jaman belanda sampai sekarang Budaya banjar disini tetap terjaga sampai sekarang, trutama dr adat istiadat perkawinan sperti diatas, pamadihinan dll.. Bahasa banjar pun dikabupaten ini dijadikan khas bahasa daerahnya meski brada ditanah melayu, bahkan suku asli dan suku pendatang disini tak jarang bisa menggunakan bahasa banjar,, dr beberapa kcamatan, pedesaan, sampai ibu kota kabupaten umumnya menggunakan bahasa banjar. Padahal hampir smua warga banjar yg ada disini blm pernah kenal kalimantan atau tau dr mana nenek moyang mereka brasal. Saya sendiri heran entah kapan dan bagaimana warga banjar bs ada dibumi sumatra ini. Beberapa mantan bupati brasal dr suku banjar, bgitu pula pejabat daerahnya. Bahkan pd tahun 2008 silam sempat di adakan acara tutuha nang batuah(adat banjar), yaitu pengangkatan gelar bagi Gurbernur Riau dan Bupati tembilahan skarang ini, yg dihadiri seluruh wali kota kalsel dan gurbernur kalimantan selatan. inilah tembilahan sbagai Banjar ke2 yg ada di pulau kalimanta.. “jangan di tawai, tabangunan smua warga, urang banjar bagarakan membangunkan makan sahur di bulan ramadan” adat kita masih jaya dan terpakai di perantauan. “salam gasan bubuhan banjar sadunia”…

    • selangor man said

      Tahniah pak adat disana maseh dijaga. Napa habar orang di Tembilahan? Mun ada habaran disanak kirim2 lah diruangan nayak..

  18. rolly said

    minta izin repost ya pak….

  19. [...] Sumbernya [...]

  20. Iwan,SP said

    Ulun sangat setuju budaya banjar lestari

  21. putri said

    uii,, kawalah pdhakan?? kyapa sahut2anx.mun kawinan too??
    sma kyak minang ad bebalas pantun..kan ad dialognya…
    nah mun bnjr kya ap???
    kbetulan ad tugas soalx

  22. putri said

    tlongi pang??
    mna kna ulun presentasiii..
    mna disuru bhsa banjar??
    mna ulun ad dkupang…
    kda pas dbnjar??? tlong yaaa

  23. tomy said

    saya orang jawa yg kada tau apa2 ttg budaya banjar…tapi saya punya kekasih cew banjar, saya denger dari seorang teman kalau mau meminang cewek banjar harus dengan (maaf) dibeli terlebih dulu ke orang tuanya, saya bukan termasuk orang kaya yg bisa membeli anak seseorang, tp saya juga kd mau kehilangan dia.
    apa benar yg saya tulis diatas, klo memang benar..brarti mlai ckrg saya harus menyiapkan dana lebih untuk menikahi kekasih saya

  24. ebot said

    orang tua saya orang banjarmasin dan kutai:),tapi kami dari kecil tinggal di jakarta, kami bangga dengan budaya kalimantan . sebentar lagi saya akan menikah.. yang ingin saya tanyakan kalau adat banjarmasin ada tidak upacara siraman (mendi -mendi)? dan kalau ada, apakah bisa dilakukan berbarengan dengan calon mempelai pria? dan di lakukan di kediaman saya CPW…

  25. arman said

    bujur itu kita harus manjaga budaya banua jangan sampai hilang dimakan waktu. ayo nah………….kita barataan lestarian budaya banua

  26. rusman said

    ayu kita sabaratataan barakat-rakat malastariarakan budaya asli kita budayanya orang banjar….janngan sampai anak cucu kita kada ttahu lawan bdaya nya sorang…

  27. Erlin said

    Adat banjar ada juga mandi penganten, biasanya dilakukan hari jumat atau sabtu (jika hari nya ” H ” Minggu)), dilakukan berbarengan jika kedua mempelai sudah akad nikah, jika belum di rumah masing2, tentunya dibarengi dg acara adat.

  28. indra s said

    Bagus banar, usul lah lamun kawa di ulah akan FB nya, jadi lamun ada info mengenai budaya langsung up date. Alhamdulilah lestari jua budaya kita.

  29. ilyas said

    kawan, saya lagi butuh informasi tentang budaya masyarakat banjar, yaitu tentang nasi astakona dan air guci. Mungkin kawan disana punya informasi tentang ini berikut juga gambar keduanya. Please, email saya ya…Terima kasih.

    ilyas..
    kalbar

  30. Sangiang said

    Alhamdulillah, katuju bangat ulun dapat mambaca disana sini ada haja usaha manaruskan budaya kita.

  31. shella said

    I like it suku banjar…!!!!

  32. Yanti Dantjie said

    Supporting data,untuk tugas makalah Jujuran. Thanks Friend.*thumbs up*

  33. Istiana Rochmawati said

    Ulun katuju banar informasinya. Umpat lah…

  34. dedy said

    unda urang banjar asli martapura.. stumat lgi handak kawin lawan urang bugis asli. . harap doa pian lh

  35. aku ragu, lawan bubuhan pangeran-pangeran khairul saleh dan pangeran lainnya, ngartikah inya lawan konsep adat kerajaan banjar.

  36. siti na said

    WOOaaa….membantu sy ni supaya lebih dekat ma yg insyaallah calon suami yg kebetulan orang banjar dan saya orang betawia. amohon do’a restunyaa. :))

  37. [...] # Sekilas Proses Perkawinan adat banjar [...]

  38. zetty said

    salam..saya berketurunan Banjar dari Malaysia. Di Malaysia, belum lagi terjumpa pakaian tradisional pengantin banjar, tetapi saya sangat teringin nak pakai pakaian tradisional banjar, but it is hard to find here.. Actually, on my brother’s wedding,they want to wear the banjerese tradition costume but we didn’t found it.. So, my mom just put some banjar tradition like giving the coconut and other basic kitchen stuff to the bride side :) i love being born as Banjarese

  39. asololey,,uma mantap oo kaetu kah jd behambur baras kuning duit nya dirabutakan lae binian nya nyaman bujur acara nya seraba bebinian

  40. mia lara citra utamin said

    kalau antar seserahan adat banjar di malam hari dan bukan di hari mnggu itu gimana ya..?? soal nya ada yang bilang harus minggu dan siang hari??? tolong jelas kn ..maksih

  41. Aku mau xari susunan acara beantar jujuran, susah betul ya nyarinya. mhon dibantu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: