Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Lapisan Sosial Rakyat Kerajaan Banjar

Posted by Anak Sultan pada Maret 21, 2007

Kerajaan Banjar seperti pola lapisan sosial kerajaan lainnya di nusantara menunjukkan pola status sosial menurut keturunan. Bentuk lapisan sosial pada waktu itu secara besar terbagi 2 kelompok, yaitu:

  1. Tutus
  2. Jaba

TUTUS adalah golongan keturunan dari raja. Turunan raja ini terbagi menjadi turunan raja yang menang dan turunan raja yang kalah (dalam perebutan kekuasaan). Kedua jenis turunan ini termasuk tutus dengan berbagai gelar kebangsawanan yang disandangnya sesuai dengan tingkatan keturunan dan asal dari keturunan tersebut.

Gelar-gelar kebangsawanan yang disandang sesuai dengan tingkatan secara berurutan sebagai berikut:

  1. Pangeran dan Ratu (pangeran untuk turunan terdekat dengan raja jika pria, sedangkan ratu untuk wanita)
  2. Gusti
  3. Antung atau Raden
  4. Nanang atau Anang

Untuk gelar kebangsawanan dari raja yang kalah sebagai berikut:

  1. Pangeran dan Ratu
  2. Andin
  3. Rama

Golongan tutus inilah yang berhak untuk memegang jabatan penting dalam kerajaan serta memiliki daerah/wilayah kekuasaan. Pada masa kerajaan, golongan tutus ini sangat dominan pengaruhnya dalam kehidupan rakyat karena diyakini memiliki kekuatan gaib dan kharisma yang tinggi. Gelar kebangsawanan yang diperoleh tutus ini sifat dan fungsinya turun temurun, misalnya ayahnya bergelar Gusti maka anak-anaknya otomatis akan mendapat gelar Gusti juga. Begitu juga jabatan dalam kerajaan yang dipegang oleh orang tuanya akan diwariskan langsung kepada anak.

JABA adalah golongan rakyat biasa bukan keturunan bangsawan. Lapisan sosial ini hidup dengan berbagai macam pekerjaan seperti pedagang, petani, tukang kayu dan sebagainya. Golongan ini seperti teori piramida merupakan golongan terbesar dari rakyat kerajaan Banjar.

Untuk jaba yang memiliki prestasi bagi kerajaan, mereka akan dianugerahi oleh sultan dengan jabatan serta gelar yang boleh dipakai selama hidup mereka. Gelar-gelar bagi jaba yang memegang jabatan di pemerintahan adalah:

  1. Kiai Adipati
  2. Patih
  3. Tumenggung
  4. Ronggo
  5. Kiai
  6. Demang dan Mangku
  7. Tenarsa
  8. Lurah atau Pambakal
  9. Panakawan/Hahawar Ambun

Gelar yang dimiliki oleh jaba ini hanya untuk tujuan fungsional dalam pemerintahan kerajaan yang diberikan sultan atas jasa-jasanya, gelar untuk golongan jaba tidak bisa diwariskan turun temurun. Misalnya ayahnya seorang Kiai Adipati yang memiliki gelar dan wilayah, setelah orang tuanya meninggal maka anaknya tidak dapat mewarisi gelar dan wilayahnya tersebut.

Meskipun dalam masyarakat Kerajaan Banjar mengenal lapisan sosial, tetapi dalam hal pernikahan tidak terlalu mengikat harus sama dari golongan atau gelar tertentu. Hal ini sering terlihat pada lelaki jaba yang ingin menikahi wanita tutus, maka harus diadakan penebusan yang dikenal dengan nama manabus purih atau ganti rugi atas turunnya martabat dari wanita tutus yang akan menikah. Jika hal ini tidak dilakukan ditakutkan pasangan itu akan mendapat katulahan (kualat) yang mengakibatkan bencana di kemudian hari. Wanita tutus yang menikah dengan pria jaba akan kehilangan hak waris gelar untuk anak-anaknya nanti.

About these ads

18 Tanggapan to “Lapisan Sosial Rakyat Kerajaan Banjar”

  1. Walah kalau masalah seperti ini kelompok jabah biasanya banyak yang tidak setuju biasanya yah, bagaimana apa pernah ada survey tentang tanggapan seperti itu tuan? Ada hubungan kah antara kerajaan banjar dengan kerjaaan di tanah jawa?

    mungkin dulu karena pengaruh kasta dalam agama Hindu, pak guru, tapi sekarang tidak tampak lagi lapisan sosial ini sebab sejak datangnya Islam lapisan sosial masyarakat dianggap sama.
    Hubungan kerajaan banjar dengan kerajaan di tanah jawa sangat erat, kerajaan negaradipa cikal bakal kerajaan banjar, berasal dari keturunan orang-orang keling di kediri bagian utara, begitu juga perkawinan antara putri junjung buih dengan pangeran suryanata yang diyakini merupakan anak dari raja majapahit.
    sedangkan kerajaan banjar mendapat bantuan dari demak saat pertama berdirinya sampai menyebarnya agama Islam di seluruh Kalimantan.

  2. Ari said

    Ulun rasanya pernah membaca soal lapisan sosial ni jua di buku manaaa kaitu nah. Ulun ketuju banar lawan ngaran Hahawar Ambun. Tapi di buku lain mun kada salah ditulisnya Habawar Ambun. Kadada baisi penjelasan masing-masing untuk gelar Jaba kah? Apa fungsinya dlm masyarakat?
    Satu pertanyaan lagi, sebelum jaman Islam ada raja2 bini2 di masyarakat Banjar (raja pertama kt aja bini2). Tp sesudah masuk Islam kedada lagi kah? Apakah ini efek dari Agama Islam?
    Terimakasih sebelumnya atas jawabannya..

    di referensi kami adanya ngaran hahawar ambun haja pang, mungkin bisa dicari bukunya nang menyebutkan habawar ambun supaya bisa kita periksa sama-sama.
    hahawar ambun ini disebut jua panakawan, kalo jar urang jawa: punakawan yaitu tokoh nang kaya semar wan anak-anaknya. dalam kerajaan banjar tugas hahawar ambun ini khusus melayani raja/susuruhan raja, bubuhan hahawar ambun ini dibebaskan dari segala macam pajak dan kewajiban kerajaan.
    tokoh junjung buih dan pangeran suryanata (pasangan raja pertama negaradipa) timbul akibat lambung mangkurat kada wani menjadi raja karena lain keturunan raja. maka timbullah kedua tokoh ini. sejarawan berpendapat tokoh ini ditampilkan sebagai alat legitimasi politik masuknya majapahit ke kalimantan dan alat legitimasi religi bagi penganut kaharingan yang mayoritas penduduk asli. penganut kaharingan percaya ada kekuatan alam bawah dan alam atas. junjung buih mewakili alam bawah (keluar dari buih), pangeran suryanata anak raja majapahit mewakili alam atas (keluar dari pancaran sinar surya). sehingga kerajaan negaradipa mendapat kekuatan yang mantap untuk menunjang pemerintahannya.
    periode islam kedada terdapat lagi sultan bini2, mungkin karena memang keturunan sultan nang ada laki2 jua.
    dalam sejarah kerajaan banjar ada jua sultan nang dikiau ratu, misalnya sultan inayatullah itu kiauannya ratu agung, sultan saidillah dikiau ratu anum, jadi sebutan ratu bukan berarti urangnya binian.

  3. Ari said

    Inggih, jer sidin keluar dari buih tu perumpamaan aja. Sebenarnya itu perlambang bahwa sidin tuh urang asli Kalimantan (urang Dayak). Mengenai ratu, istilah ini pada dasarnya artinya “raja”, lakian kah, binian kah. Bahini banarai kata “ratu” dipakai gesan raja binian (kaya Ratu Elizabeth). Ulun penasaran banarai, adalah raja binian habis urang Banjar masuk Islam. Aceh aja walaupun setelah masuk Islam tetap ada raja biniannya.

    aku gen rasa penasaran jua kenapa kedada raja binian di wadah kita sesudah masuk islam atau ada haja tapi lakinya nang jadi rajanya lah, kaya tradisi kerajaan di jerusalem israel bahari. mudah-mudahan banyak lagi kajian sejarawan tentang riwayat raja-raja banjar.

  4. M.Nur.79 said

    aku rasa untuk memperkaya pemahaman budaya dan nilai-nilai banjar perlu membaca buku Sejarah Banjar dan Urang Banjar dan Kebudayaannya.keduanya terbitan Balitbanda Kalsel cet.kedua 2007. salam dari kekawanan di Asrama Mahasiswa Kalimantan Selatan (AMKS) Bandung.

  5. Achmad said

    Berdasarkan Lisan Alm. Nenek

    Sebelum Agama Islam
    1. Pemimpin : Raja, (Istri lisan “PUTRI”)
    2. Keturunan (Pria : Raden, Wanita : Galuh). Pria meneruskan gelarnya, wanita ikut suaminya
    3. Kesatria Raja : Patih Raja, Kesatria : Patih
    4. Pemimpin Wilayah : Adipati

    Syariat Islam Kerajaan (Kesultanan)
    1. Imam : Sultan, (Istri lisan “PUTRI”)
    2. Keturunan (Pria : Pangeran, Wanita : Ratu). Pria meneruskan gelarnya, wanita ikut suaminya
    3. Kesatria Raja : Tamanggung, Kesatria : Panglima
    4. Keturunan Kesatria (Pria : Antung, Wanita : Anding). Pria meneruskan gelarnya, wanita ikut suaminya
    5. Kepala Wilayah : Demang
    6. Kepala Agama : Panghulu
    7. Kepala Kampung : Pambakal
    8. Gusti untuk anak pertama Pagustian. Pria meneruskan gelarnya, wanita tidak meneruskan gelarnya
    9. Datu (Tetua Pria), Diang (Tetua Wanita)
    10. Kakek (Kai), Nenek (Nenek)
    11. Anang (Paman), Aluh (Bibi) untuk Penghormatan
    12. Julak (Anak Pertama), Guluk (Anak Ke-2), Angah (Anak Ke-3), Anjang (Anak Ke-4), Anak Ke-5 dan Seterusnya (Pria : Amang, Wanita : Acil)
    13. Keturunan anak (Cucu)
    14. Kakak (Kakak), Adik (Ading)

  6. andin nazwil said

    trimakasih sdh menjabarkan
    apa itu andin .. setidaknya saya tahu sedikit apa artinya andin.
    saya setuju dan mengakui pada kutipan diatas “Golongan tutus inilah yang berhak untuk memegang jabatan penting dalam kerajaan serta memiliki daerah/wilayah kekuasaan. Pada masa kerajaan, golongan tutus ini sangat dominan pengaruhnya dalam kehidupan rakyat karena diyakini memiliki kekuatan gaib dan kharisma yang tinggi. Gelar kebangsawanan yang diperoleh tutus ini sifat dan fungsinya turun temurun”
    yg mengenai kekuatan gaib dan kharisma saya selaku keturunan andin memang mengakui itu adanya karena setiap anak pasti dititipin sesuatu yang hebat yg bs digunakan untuk membantu org dlm kesulitan . itu saya alami sendiri sekarang sudah menjalani tahun ke 2.
    pesan aja untuk anak2 andin yg menyebar terpecah di kalse atau diluar. salam hangat dari keluarga mu.
    utk itu silahkan @ FB KU DI SNazwil@yahoo.com jd kita bisa sharing terhadap juriat2 kita /.. thank

  7. saya bangga memang merasa keturunan andin sebab memang terasa ada kekuatan gaib yang ulun anggap sebagai keajaiban terhadap diri ulu.

  8. Mursalin said

    kalo rama dari keturunan siapa ?

  9. kerenn

  10. ulun handak batakun pang , kai, datu ulun itu bagalar Rama. Misal Datu Rama Bahru, kai Rama Abai wan samunyaan kulawarga sidin bagalar rama jua. Partanyaannya Tutus rama ini dalam kerajaan banjar bahari tu dari raja nang mana atawa siapa ngaran sidin ? tolong jawabannya tarima kasih .

    • iwan said

      Assalamualaikum, pian dimana bediam wahini, Buhan datu ulun rama jua, tp kebetulan ulun turun d kuitan bibini jd kd membw rama lg, he he he…

  11. allansyah said

    as.wr.wb. ulun umpat batakun…nenek ulun anak sultan muhammad seman, dan abah ulun di beri gelar Nanang., apa kah ulun termasuk di beri gelar apa..trimakasih.

  12. Gusti Astriyanita Putri A said

    nama saya ada gelar Gusti nya, katanya papah saya. saya keturunan kerajaan dri banyar. awalnya saya tidak percaya. tpi setelah baca artikel ini saya mulai yakin. tapi apakah benar walaupun saya keturunan kerajaan gusti harus memakai nama gusti di nama saya. sedangkan saya kan keturunan yang bisa di bilang jauh dari nenek moyang saya

  13. Ulun generasi ke-4 keturunan banjar yg lahir dan tinggal di Pontianak, Ulun pernah di kasi tau kalau Ibu Ulun bergelar Andin, karena Kaik Ulun (Muhammad Acil) juga bergelar Andin. Sedangkan Abah Ulun (sudah almarhum) urang Barabai, juga kelahiran Pontianak dan Ulun tidak pernah mendengar kalau Abah Ulun berasal dari keturunan Tutus. Selama ini Ulun berada dalam kondisi yg kebingungan, karena dalam perjalan hidup Ulun terjadi keanehan – keanehan dan menurut Orang – orang kalau itu ditelusuri Asal muasalnya itu akan menjadi suatu kelebihan, Ulun pernah bertemu dengan seseorang, Beliau mengatakan kejadian – kejadian aneh yg Ulun alami karena di pengaruhi dari Juriat dari Abah, dan beliau mengatakan kalau Ulun adalah turunan Sayid, dari Juriat Abah,, Yang ingin Ulun tanyakan apakah Keturunan Sayid itu mempunya ciri – ciri khusus yang bisa dilihat secara kasap mata dan apakah kemampuan lebih yang di miliki oleh keturunan Tutus juga bisa di peroleh dari garis keturunan Ibu. Mohon bantuan pengarahan,,,,,bisa SMS ke no 0812 5662 638 dan Ulun akan telpon balik,,, Terimakasih

  14. elly said

    Sy mempunyai kawan yang bergelar Gusti Antung F..R…. Yg ingin sy tanyakan, apakah kedua gelar tersebut memang bergabung? Sedangkan tulisan di atas gelar Gusti sendiri dan gelar Antung jg sendiri. Mohon penjelasannya sebagai tambahan pengetahuan sy. Tolong alamatkan ke surel saya. Terima kasih

  15. […] Terlahir dengan nama Antung Apriana, sebagian orang mungkin akan bertanya apa arti dari nama saya tersebut. Sebagian yang tahu akan mengatakan bahwa nama Antung adalah gelar kebangsawanan. Memang untuk daerah Banjar, orang-orang dengan nama depan Gusti dan Antung bisa dikategorikan sebagai keturunan raja-raja Banjar terdahulu. (keterangan bisa dibaca di sini) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: