Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Proses Penguburan Suku Dayak Maanyan

Posted by Anak Sultan pada April 2, 2007

Setelah seseorang dari suku Dayak Maanyan dinyatakan meninggal maka dibunyikanlah gong beberapa kali sebagai pertanda ada salah satu anggota masyarakat yang meninggal. Segera setelah itu penduduk  setempat berdatangan ke rumah keluarga yang meninggal sambil membawa sumbangan berupa keperluan untuk penyelenggaraan upacara seperti babi, ayam, beras, uang, kelapa, dan lain-lain yang dalam bahasa Dayak Maanyan disebut nindrai.

Beberapa orang laki-laki pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar dan menebang pohon hiyuput (pohon khusus yang lembut) untuk dibuat peti mati. Kayu yang utuh itu dilubangi dengan beliung atau kapak yang dirancang menyerupai perahu tetapi memakai memakai tutup. Di peti inilah mayat nantinya akan dibaringkan telentang, peti mati ini dinamakan rarung.

Seseorang yang dinyatakan meninggal dunia mayatnya dimandikan sampai bersih, kemudian diberi pakaian serapi mungkin. Mayat tersebut dibaringkan lurus di atas tikar bamban yang diatasnya dikencangkan kain lalangit. Tepat di ujung kepala dan ujung kaki dinyalakan lampu tembok atau lilin. Kemudian sanak famili yang meninggal berkumpul menghadapi mayat, selanjutnya diadakan pengambilan ujung rambut, ujung kuku, ujung alis, ujung bulu mata, dan ujung pakaian si mati yang dikumpulkan menjadi satu dimasukkan ke sebuah tempat bernama cupu. Semua perangkat itu dinamakan rapu yang pada waktu penguburan si mati nanti diletakkan di atas permukaan kubur dengan kedalaman kurang lebih setengah meter.

Tepat tengah malam pukul 24.00 mayat dimasukkan ke dalam rarung sambil dibunyikan gong berkali-kali yang istilahnya nyolok. Pada waktu itu akan hadir wadian, pasambe, damang, pengulu adat, kepala desa, mantir dan sanak keluarga lainnya untuk menghadapi pemasukan mayat ke dalam rarung.

Pasambe bertugas menyiapkan semua keperluan dan perbekalan serta peralatan bagi si mati yang nantinya disertakan bersamanya ke dalam kuburan. Sedangkan Wadian bertugas menuturkan semua nasihat dan petunjuk agar amirue (roh/arwah) si mati tidak sesat di perjalanan dan bisa sampai di dunia baru. Wadian di sini juga bertugas memberi makan si mati dengan makanan yang telah disediakan disertai dengan sirih kinangan, tembakau dan lain-lain.

Jika penuturan wadian telah selesai tibalah saatnya orang berangkat mengantar peti mati ke kuburan. Pada saat itu sanak keluarganya menangisi keberangkatan sebagai cinta kasih sayang kepada si mati. Menunjukkan ketidakinginan untuk berpisah tetapi apa daya tatau matei telah sampai dan rasa haru mengingat semua perbuatan dan budi baik si mati selagi berada di dunia fana.

About these ads

23 Tanggapan to “Proses Penguburan Suku Dayak Maanyan”

  1. chnta...XIIbhs said

    danke..yawh..
    buat infonya aku jadi bsa ngerjain tgs……………………………………………………………………..

  2. nuranisuci said

    TULISAN YANG BAGUS.SEMOGA SAJA AKAN BANYAK LAGI TULISAN TENTANG SUKU DAYAK.TERUTAMA PUASA YANG DI JALANI PARA PANGLIMA ATAU ORANG YANG MEREKA ANGGAP SUCI.TENTANG ANEKA TUNTUNAN PRILAKU BAIK YANG MEMBAWA MEREKA PADA KEHIDUPAN HARMONIS SELAGI HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT.SUKU DAYAK BANYAK ORANG SAKTINYA.SAYA SALUT SEMOGA BUDAYA DAYAK TETAP TERJAGA SELAMANYA.MENJADI ASET BUDAYA INDONESIA ASLI YANG ADILUHUR.DITUNGGU TULISAN LAIN TENTANG ADAT BUDAYA SUKU DAYAK INI.TERIMAKASIH.

  3. Handrawan said

    Sip bngt informasi ny,gue jd lbh bnyk tau tntang sku dyak…
    Tp klo bsa tlis donk knflik dyak vs madura kmren,biar tau yg mana yg slah. . .ok
    Trmksh

  4. LIDYA ANGRENY said

    Ternyata sprt itu ya proses pemakaman nya…………..heeee jujur walaupun q trmasuk keturunan suku maayan nie,baru ini q taw proses pemakaman suku q…….ya maklum sudah 19 thn aq merantau di kampung orang bersama orang tua q menjalan kan tugas…..

    • salusinus said

      Aku pada haut lawah karasa cara upacara yena. Tapi haut 40 taun hang uneng ulun, puang bangat ngawaruh wangun tane tumpuk. Itah tulisan yena aku atia sadar, takam maanyan sa tuuni pada ampun adat budaya luhur.

  5. anjaniputri said

    ini termasuk jenis paragraph apa????naratif eksposisi??

  6. aku ngerti sedikit tentang suku dayak maanyan,,baek dalam bahasanya maupun yang ada dalam adat istiadatnya…puang ngerti aku…….

  7. Riza said

    Kami Barataan Bangga Jadi Orang Banjar. . .

  8. NANDA KHOIRUNISA said

    ini sangat bagus karna dengan judul “PROSES PENGUBURAN SUKU DAYAK MAANYAN” tugas saya mendapat nilai A

  9. dio yom said

    maju terus, semuanya sangat bermanfaat dan menambah wawasan

  10. Barry Marapuz said

    Jari saitungen masa kecil..takut tatu’u mun karengei gong kmatian/tuntung…hiiii..

    • salusinus said

      Hanteru aku pada takut amun karengei eau tuntung. Ti ati haut puang lagi karengei, daya ulun maanyan hene haut pindah agama (islam, kristen ddl). Taruh ngenei surah, hang Pendang (Kecamatan Dusun Utara) Barito Selatan. Kepala Adat Dayak atawa na antuh Damang agamani Katolik. Amun na tunti hang wuang adat maanyan hanye pada pakataru.Jari ekat ngaranni sa Damang andri kaayuh undangan maeh amun naan acara adat. Naun sa masih muda perlu hene piajar andri ada takam yeru.

  11. leo said

    ari aku permisi lah ngopi artikel na.. daya ku anggap ma’eh ulun rama karasa.. adat istiadat takam..

  12. florianus said

    trims,info suku dayak maanyan,perlu saya tambahkan asal usulnya dayak maanyan dari daratan mongolia,dan berlayar sampai ke kalsel,membuat bipak atau tempat tinggal di martapura yang bahasa aslinya tumpuk nan sarunai dan sekarang posisi kerajaannya di mesjid besar di martapura,oleh kemajuan zaman ada yang pindah agama dari kaharingan jadi Islam Dan kristen,perpecahan suku ini merantau ke hulu hulu sungai,kalteng kalsel dan kaltim,mengapa dikatakan dayak maanyan,itu karena merantau ke gunung2 ,arti maanyan itu gunung atau bukit.jadi sebenarnya kita dengan suku banjar itu satu aja,tetapi banjar tidak mau dikatakan orang dayak,karena bahasa belanda dayak itu dayoos artinya biadab dan itu adu domba belanda dulu,sekian sekedar menambah info.by florianus suku maanyan bartim

  13. inge said

    hhmm, aku yg dayak maanyan mlah gak bgtu paham mengenai adat ku sndri, haha thx2

  14. penguburan suku dayak maanyan banyak bentuk dan prosesinya,selain dikuburkan dengan peti mati,ada yang di kuburkan dengan cara di bakar menyerupai ngabendi bali. istilah adatnya adalah ijambe/ijame ….
    dulu pada adat asli dayak maanyan,terutama jika meninggalnya adalah raja,maka para hamba dan abdi dalemnya ikut di kuburkan secara hidup2 ke dalam tanah,ada kebanggaan tersendiri jika abdi dalem mengabdi sampai ikut di kuburkan bersama tuannya.

  15. saya sangat memerlukan bantuan dari teman2 untuk proses pengerjaan tesis saya tentang mantra dayak maanyan (analisis bentuk, fungsi dan makna).. yg bisa bantu tolong hubungi saya di 085322353552. terima kasih.

  16. Lea said

    izin copas ya informasinya….buaat tugas

  17. wooww …

  18. mudah untuk dipahami :)

  19. Ada satu lagi tentang penguburan mayat pada suku Dayak yg tidak dikubur Ditanah tp digantung pada pohon,cuma detailnya saya lupa karena kisah ini sudah lama sekali,nenek saya pernah cerita ini,mungkin ada yang pernah tau juga tentang cerita ini bisa menambahkan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: