Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Syair Sejarah Negaradipa – 1 -

Posted by Anak Sultan pada April 3, 2007

Syair sejarah ini disunting dari buku Syair Sejarah Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan yang disusun oleh Nadir Adransyah,BA dan Drs.Syarifuddin R. Terbitan Taman Budaya Propinsi Kalimantan Selatan Tahun 1997. Negaradipa adalah nama kerajaan cikal bakal dari Kerajaan Banjar. Di dalam syair ini digambarkan bagaimana awal kedatangan pendiri kerajaan ke tanah Kalimantan sampai berdirinya kerajaan, disertai cerita menarik lainnya yang berhubungan dengan legenda yang ada di Negaradipa.

1

Bermula kalam kami tuliskan
Segenap pikiran dicurahkan
Untuk menyusun syair kesejarahan
Merangkai kejadian secara berurutan

Adapun nama syair yang dituliskan
Kerajaan Negaradipa di Kalimantan Selatan
Sebagai bahan pengetahuan
Untuk Saudara, Kawan sekalian

Walaupun bukti sejarah Kalimantan Selatan
Tidak berupa benda bertuliskan
Namun bekas kerajaan dapat dibuktikan
Menurut penelitian para sejarawan


Bekas kerajaan yang dapat disebutkan
Seperti Candi Agung bukti peninggalan
Letaknya di Amuntai sudah dipastikan
Pemugarannya pun sudah dilakukan

- – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – -

Tersebutlah kisah mengenai sebuah keluarga saudagar besar dari negeri Keling, saudagar ini bernama Mangkubumi. Sebagai seorang saudagar yang besar, Mangkubumi terkenal bijaksana dan bagian dari keluarga kerajaan. Mangkubumi mempunyai seorang putra bernama Empu Jatmika, seorang pemuda yang gagah dan tampan. Setelah dewasa Empu Jatmika dikawinkan dengan Sira Manguntur, mereka berdua beroleh keturunan bernama Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat.

Mangkubumi saudagar kaya
Kerabat raja yang bijaksana
Berputra seorang elok rupanya
Empu Jatmika konon namanya

Empu Jatmika terus bertambah usianya
Hingga dewasa menjadi cendikia
Dikawinkan dengan Sira Manguntur namanya
Putri cantik pandai bertutur kata

Empu Mandastana dan Lambung Mangkurat
Kakak beradik tampan gagah muda belia
Itulah namanya putra Empu Jatmika
Sama elok sama tampan sama pandainya

Karena sudah keadaan
Sakitlah Mangkubumi yang dipertuan
Hamba sahaya semua bersedih menaruh kasihan
Kemudian semua sanak famili dikumpulkan

Saudagar Mangkubumi yang dipertuan
Sakitnya bertambah tidak tertahan
Selalu dijaga seluruh handai taulan
Dari hari berganti bulan

Setelah Mangkubumi merasa tidak kuat bertahan
Saatnya dunia yang  fana harus ditinggalkan
Nafas terengah air mata mengalir perlahan
Lemah tak berdaya sekujur badan

Empu Jatmika dan kedua putranya
Duduk bersimpuh bersama ibunya
Membelai mencium tangan ayahanda
Duduk terpekur membaca doa

Lalu berkata Mangkubumi tercinta
Meninggalkan amanat kepada anakda
Hadirin mendengar dengan hikmatnya
Diterimalah wasiat oleh anak cucunya

Adapun amanat yang ditinggalkannya
Kepada anaknya Empu Jatmika
Tersusun bunyi kata-katanya
Harus kerjakan diingat pula

Wahai anakku Empu Jatmika
Serta cucuku Empu Mandastana
Lambung Mangkurat duduk beserta
Sira Manguntur dan neneknya Sitira

Jika aku sudah tak ada lagi
Meninggalkan dunia yang fana ini
Pertama-tama jagalah diri
Martabat keluarga dijunjung tinggi

Kedua pula janganlah kikir
Bersikaplah adil tak boleh mungkir
Hormatilah pula setiap orang pakir
Setiap tindakan harus dipikir

Selain itu sebagai ketiga
Sesudah aku meninggalkan dunia
Hendaklah turut dan kerjakan segera
Pergilah anakda dari negeri kita

Sebabnya itu wahai anakku tersayang
Di negeri Keling negeri kita sekarang
Banyaklah orang sebagai penghalang
Yang iri dengki selalu datang

(bersambung…)

About these ads

14 Tanggapan to “Syair Sejarah Negaradipa – 1 -”

  1. madsyair said

    Kerajaannya tahun berapa berdiri?

    dalam hikayat banjar tidak disebutkan tahun berapa negaradipa berdiri, kemungkinan satu zaman dengan majapahit karena ada perkawinan antara putri junjung buih dengan anak raja majapahit (akan ada disambungan syair nanti)

  2. HNurdinAPris-Jkt said

    Syair Sejarah Negaradipa bagus banar-lah …, abah cuba membawakannya dengan gaya ba “madihin” … pas banar sakalinya.
    Sambungan syairnya abah tunggu lah. Terima kasih.

    wah, mun abah H.Nurdin menjadiakan madihin, kawa tu dibawakan dihadapan anak-anak gasan pelajaran sejarah banjar, menarik hati banar tu.

  3. lihinzz said

    coba pang lagu, lagu tu diolah jadi mp3 lalu di upload ja ke multiply atau apalah. jadi sebarataan nyaman meambilnya.. lagu banjar gen bagus jua.. nang tahanyar tu siti ropeah.. lucu jua lagunya.. sapida kimpis jer penyanyinya tu hehehe

  4. assalamu alaikum wr.wb
    umpat batakun lawan nang ada disini barataan nah.
    adakah di dalam kerajaan Dipa ini sistem Kasta?
    mun ada napa haja tingkatannya?
    cari akan pang informasi. parlu banar nah.
    tarima kasih

    wassalam

  5. farahh said

    Ersa sambungannya dimana ya?

  6. rusydiati said

    sekedar curhat haja pang ulun. ulun seorang pengagum sastra banjar terutama syair. ulun sudah pernah dapat penghargaan dalam pembacaan syair dikampung ulun Amuntai. abah ulun suka jua mengarang syair. sidin sudah pernah jua mencetak buku “sastra banjar pahuluan” yang berisi tentang pantun, syair, gurindam, puisi, cerita daam bahasa banjar lawan bahasa Indonesia. Abah ulun pernah jua mengarang lagu-lagu banjar. ulun bangga banar lawan abah ulun tu. selain itu sidin jua pernah menjuarai lomba pegawai teladan tingkat provinsi se kal-sel tahun. mun sidin mengalamun hati-hati pang, bisa timbul karya sidin yang terbaru pulang. abah ulun tu is the best banar bagi ulun. terimakasih bagi yang membaca

  7. Ivan Taniputera said

    Salam,

    Menurut buku yang saya punya. Kerajaan Banjar berdiri pada tahun 1526, yakni saat Pangeran Suriyansyah menjadi raja setelah mengalahkan Negara Dipa. Ia berhasil mengalalahkan Pangeran Tumenggung dari Negara Dipa yang melarikan diri ke pedalaman dengan dukungan Kerajaan Demak. Demikian sedikit informasi dari saya. Mohon maaf kalau ada informasi yang salah.

    Hormat kami,

    Ivan Taniputera

  8. alie abdillah said

    aku bangga menjadi warga banjar. and ku tunggu kelanjutannya>

  9. abu khansa said

    Ass wr wb.
    Alhamdulillah, saya sangat salut dengan orang orang yang selalu melestarikan hikayat banjar. sekarang banyak pemuda yang tidak tahu budaya sendiri, gimana mau peduli kisahnya saja tidak tahu. ulun sangat bangga kepada penulis blog ini yang senantiasa melestarikan sejarah budaya urang banjar.Walaupun ulun bukan asli banjar walaupun lahir di banjar tapi ulun sangat senang dengan budaya disini.mun sran mudahan pemerintah atau instansi berwenang bisa mengadakan workshop, bedah buku atau apa yang mengangkat kisah dan budaya banjar.

  10. Aluh said

    Ass.m Abah handak batakun mun Antung itu pang Tuturunan apa dan datang mana asal usulnya wassallam

  11. chacha said

    gagh da yg baguss???
    qu lagi perlu syair sjarah yg keren….

  12. Ulun bapacang amun diulah CD lantas dilagukan kaya cara madihin, mau haja banyak nang handak manukari CDnya. Tamasuk jua ulun nang bagana di Malaysia. Ayuhak diulah dahulu siapa-siapa nang bisa baidabul….

  13. norhadi said

    bagus banar syairnya, jakanya diadakan lomba membuat syair dalam bahasa banjar supaya budaya banjat tatap lastari

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: