<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kerajaan Banjar Virtual</title>
	<atom:link href="http://kerajaanbanjar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com</link>
	<description>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia</description>
	<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 14:48:16 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Surat Wasiat Sultan Adam Untuk Pangeran Hidayatullah</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/13/surat-wasiat-sultan-adam-untuk-pangeran-hidayatullah/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/13/surat-wasiat-sultan-adam-untuk-pangeran-hidayatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 14:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sejarah Kerajaan Banjar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[ 

Naskah Asli tersimpan baik oleh Ratu Yus Roostianah Keturunan garis ke-3 / cicit dari Pangeran Hidayatullah
 Surat diatas merupakan tulisan tangan dalam huruf arab berbahasa Melayu Banjar.
Terjemahan :
Bismillahirrahmannirrohim
Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah
Wa asyhaduanna Muhammadarasululloh naik saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> <a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" title="surat-wasiat.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" title="surat-wasiat.jpg"><img src="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" alt="surat-wasiat.jpg" /></a></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><i>Naskah Asli tersimpan baik oleh Ratu Yus Roostianah Keturunan garis ke-3 / cicit dari Pangeran Hidayatullah</i></span></p>
<p> Surat diatas merupakan tulisan tangan dalam huruf arab berbahasa Melayu Banjar.</p>
<p>Terjemahan :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Arial;">Bismillahirrahmannirrohim</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Wa asyhaduanna Muhammadarasululloh naik saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah Ta’ala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Dan kemudian dari pada itu aku menyaksikan kepada dua orang baik2 yang memegang hukum agama Islam yang pertama Mufti Haji Jamaludin yang kedua pengulu Haji Mahmut serta aku adalah didalam tetap ibadahku dan sempurna ingatanku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Maka adalah aku memberi kepada cucuku Andarun bernama Pangeran Hidayatullah suatu desa namanya Riyam Kanan maka adalah perwatasan tersebut dibawah ini ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Mulai di Muha Bincau terus di Teluk Sanggar dan Pamandian Walanda dan Jawa dan terus di Gunung Rungging terus di Gunung Kupang terus di Gunung Rundan dan terus di Kepalamandin dan Padang Basar terus di Pasiraman Gunung Pamaton terus di Gunung Damar terus di Junggur dari Junggur terus di Kala’an terus di Gunung Hakung dari Hakung terus di Gunung Baratus, itulah perwatasan yang didarat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Adapun perwatasan yang di pinggir sungai besar maka adalah yang tersebut dibawah ini;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Mulai di Teluk Simarak terus diseberang Pakan Jati terus seberang Lok Tunggul terus Seberang Danau Salak naik kedaratnya Batu Tiris terus Abirau terus di Padang Kancur dan Mandiwarah menyebelah Gunung Tunggul Buta terus kepada pahalatan Riyam Kanan dan Riyam Kiwa dan Pahalatan Riyam Kanan<span>  </span>dengan tamunih yaitu Kusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kemudian aku memberi Keris namanya Abu Gagang kepada cucuku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kemudian lagi aku memberi pula suatu desa namanya Margasari dan Muhara Marampiyau dan terus di Pabaungan kaulunya Muhara Papandayan terus kepada desa Batang Kulur dan desa Balimau dan desa Rantau dan desa Banua Padang terus kaulunya Banua Tapin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Demikianlah yang berikan kepada cucuku adanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Syahdan maka adalah pemberianku yang tersebut didalam ini surat kepada cucuku andarun Hidayatullah hingga turun temurun anak cucunya cucuku andarun Hidayatullah serta barang siapa ada yang maharu biru maka yaitu aku tiada ridho dunia akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Kemudian aku memberi tahu kepada sekalian anak cucuku dan sekalian Raja-raja yang lain dan sekalian hamba rakyatku semuanya mesti me-Rajakan kepada cucuku andarun Hidayatullah ini buat ganti anakku Abdur Rahman adanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Arial;">Tertulis kepada hari Isnain tanggal 12 bulan Shofar 1259 </span><b></b></p>
<p><b>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !!</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=156&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/13/surat-wasiat-sultan-adam-untuk-pangeran-hidayatullah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/surat-wasiat.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">surat-wasiat.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dundam</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/12/dundam/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/12/dundam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 14:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan mengenai mengenai kesenian Dundam ini sangat sedikit saya jumpai, sehingga pada tulisan kali ini hanya sekadar mengenalkan kepada urang Banjar bahwa ada kesenian khas Banjar yang bernama Dundam.
Kesenian Dundam atau dalam kata kerjanya Badundam, diyakini merupakan turunan dari kesenian Lamut. Dundam sudah ada sejak ± 1500 M dalam bentuk sastra lisan, setelah Islam masuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tulisan mengenai mengenai kesenian Dundam ini sangat sedikit saya jumpai, sehingga pada tulisan kali ini hanya sekadar mengenalkan kepada urang Banjar bahwa ada kesenian khas Banjar yang bernama Dundam.</p>
<p>Kesenian Dundam atau dalam kata kerjanya Badundam, diyakini merupakan turunan dari kesenian Lamut. Dundam sudah ada sejak ± 1500 M dalam bentuk sastra lisan, setelah Islam masuk di Kalimantan Selatan, kesenian ini diiringi dengan alat musik tarbang . Dundam diperkirakan berasal dari kata &#8220;Memundang&#8221; atau &#8220;Mengundang&#8221; (tokoh-tokoh alam gaib). (<i>Ian Emti, Dundam Sastra Lisan Kalimantan Selatan</i>. 1991)</p>
<p>Diperkirakan perkembangan kesenian ini berada pada daerah pedesaan di sepanjang sungai. Satu-satunya tempat yang masih ada kesenian ini adalah di Desa Lok Baintan (Kecamatan Sungai Tabuk) dan Pundun Daun (Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar)</p>
<p>Tata cara penyajian diperkirakan sebagai berikut:</p>
<p>1. Pendundam duduk dengan perapian kemenyan yang harus tetap membara dan berasap.<br />
2. Sebelum cerita dimulai pendundam mengundan tokoh-tokoh alam gaib dengan disertai suguhan 40 macam kue khas Banjar.<br />
3. Semua proses dilakukan dalam keremangan gelap malam (tanpa penerangan lampu)</p>
<p>Setelah penyajian awal selesai maka mulailah pendundam mengumandangkan dundam. Cerita yang didundamkan biasa merupakan cerita kerajaan antah berantah dengan berbagai  macam tokoh fiksinya. Cerita tidak pernah dirancang terlebih dahulu tapi mengalir sesuai inspirasi yang datang saat mendundam. Perbedaan antara Lamut dengan Dundam adalah pada Lamut, Palamutan menceritakan tentang Paman Lamut (tokoh utama cerita) sedangkan pada Dundam, Pendundam sendiri yang berfungsi sebagai tokoh utama cerita (first point of view).</p>
<p>Waktu penyajian Dundam biasanya dimulai pukul 20.00 atau 21.00 dan berakhir saat menjelang subuh. Dialog yang disampaikan dalam bahasa Banjar diselingi bahasa Indonesia atau Jawa kuno seperti dalam wayang.</p>
<p><b>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !</b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=154&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/12/dundam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Semangat Yang Mulai Kendur</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/obat-semangat-yang-mulai-kendur/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/obat-semangat-yang-mulai-kendur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 11:37:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sekapur Sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Bangun pagi hari minggu tadi, tanggal 10 Februari 2008, seperti biasa saya membaca koran pagi, alangkah terkejutnya saat saya membaca pada salah satu kolomnya ada blog yang telah saya tulis selama beberapa bulan ini.
Dengan dag dig dug membaca karena masih terkejut, saya menemukan sebuah tulisan yang sangat berarti,  ditulisan itu membahas secara khusus mengenai blog [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bangun pagi hari minggu tadi, tanggal 10 Februari 2008, seperti biasa saya membaca koran pagi, alangkah terkejutnya saat saya membaca pada salah satu kolomnya ada blog yang telah saya tulis selama beberapa bulan ini.</p>
<p>Dengan dag dig dug membaca karena masih terkejut, saya menemukan sebuah tulisan yang sangat berarti,  ditulisan itu membahas secara khusus mengenai blog kerajaan banjar virtual ini.</p>
<p>Sungguh suatu kebanggaan apabila ada orang di luar sana yang begitu memberi perhatian dan mau meluangkan waktunya untuk memberikan ulasan mengenai blog yang sederhana ini.</p>
<p><a href="http://manusiasuper.wordpress.com">Manusia Super</a> begitu dia mengenalkan dirinya, seperti iman manusia yang bisa naik turun, apalagi dengan semangat menulis, tulisan itu menjadi obat bagi semangat saya.</p>
<p>Sungguh suatu obat yang sangat mujarab bagi saya untuk memulai menulis di dalam blog ini lagi, ditengah kesibukan kerja wajib sehari-hari yang tiada pernah habis. TERIMA KASIH untuk <b><i>manusia super</i></b> yang telah memberikan salah satu hasil karya tulisnya untuk menulis mengenai blog ini. Mudahan suatu saat bisa bertemu.</p>
<p>Saat semangat menulis mulai kendur, ada obat mujarab yang mengisi kembali energi kerajaan banjar virtual ini, mengisi kembali balairung pertemuan para menteri yang sering kosong, mengisi kembali perpustakaan kerajaan yang mulai berdebu, mengisi kembali halaman istana dan pasar-pasar kerajaan yang mulai sepi pengunjung, mangkubumi, hulubalang dan panglima mulai berdatangan, anak sultan pun berseru sekali lagi : AHUIII  KADA ULUN BIARAKAN BUDAYA BANJAR HILANG DI DUNIA !!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=153&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/obat-semangat-yang-mulai-kendur/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Riwayat Hidup Pangeran Hidayatullah</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/sekilas-riwayat-hidup-pangeran-hidayatullah/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/sekilas-riwayat-hidup-pangeran-hidayatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 16:35:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sejarah Kerajaan Banjar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/sekilas-riwayat-hidup-pangeran-hidayatullah/</guid>
		<description><![CDATA[ 
 Tulisan merupakan kiriman dari Keturunan Pangeran Hidayatullah di Cianjur

Foto dari halaman pertama buku “De Bandjermasinsche Krijg” van 1859-1863 Karangan W.A. van REES dengan tulisan dibawahnya “De Hoofdopstandeling” (“Kepala Pemberontak”).
 
Sekilas tentang Sultan Hidayatullah Al-watsiq billah dalam Perang Banjar.
 
      Pangeran Hidayatullah diangkat menjadi Sultan Banjar berdasarkan Surat Wasiat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"> <a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/hidayat.jpg" title="hidayat.jpg"><img src="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/hidayat.thumbnail.jpg" alt="hidayat.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal"> <i>Tulisan merupakan kiriman dari Keturunan Pangeran Hidayatullah di Cianjur<br />
</i></p>
<p class="MsoNormal"><i><span style="font-family:Arial;">Foto dari halaman pertama buku “De Bandjermasinsche Krijg” van 1859-1863 Karangan W.A. van REES dengan tulisan dibawahnya “De Hoofdopstandeling” (“Kepala Pemberontak”).</span></i></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><u><span style="font-family:Arial;">Sekilas tentang Sultan Hidayatullah Al-watsiq billah dalam Perang Banjar.</span></u></p>
<p class="MsoNormal"><u><span style="font-family:Arial;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>      </span>Pangeran Hidayatullah diangkat menjadi Sultan Banjar berdasarkan Surat Wasiat<span>  </span>Kakek beliau Sultan Adam.<span>  </span>Pengangkatan ini dilakukan karena ayah Pangeran Hidayatullah, Sultan Muda Abdurrahman <span> </span>wafat<u>.</u></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>      </span>Lahir di Martapura pada tahun 1822 M, di-didik secara Islami dipesantren Dalam Pagar Kalampayan ( Didirikan oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-banjari, salah seorang tokoh Agama Islam di Nusantara ) sehingga memiliki ilimu kepemimpinan serta keagamaan yang cukup tinggi untuk kemudian dipersiapkan menjadi Sultan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>         </span>Sebelum menjadi Sultan sempat menduduki jabatan sebagai Mangkubumi kesultanan pada tahun 1855 M. Pada saat itu jabatan Mangkubumi diangkat oleh Kolonial Belanda dengan persetujuan Sultan Adam. Dengan menduduki jabatan tersebut maka Pangeran Hidayatullah bisa lebih memahami &amp; menyelami kondisi Kesultanan maupun rakyat Banjar, serta mengetahui kekuatan dan kelemahan kolonial Belanda (spionase), hal tersebut sangat berguna untuk persiapan perang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>       </span>Akibat campur tangan<span>  </span>berulang-ulang pihak Belanda dalam pemerintahan Kesultanan, pemaksaan monopoli perdagangan, konsesi-konsesi<span>  </span>pertambangan yang sepihak, serta kuatnya misi kaum nasrani ( Zending ) yang masuk kedalam benua banjar dengan dukungan tentara Hindia Belanda, maka<span>  </span>mengakibatkan kebencian rakyat yang sangat mendalam. Perselisihan-persilisihan itu telah<span>  </span>sangat lama terjadi,<span>   </span>semenjak Kesultanan dipimpin oleh Sultan Suriansyah (~ 1600 M). Kebencian yang tak dapat lagi didiamkan, harus di tuntaskan, Sultan dan Rakyat bersatu untuk mengadakan perang Jihad Fisabilillah.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>     </span>Sebelum dan ketika perang<span>  </span>Sultan mengangkat beberapa Panglima perang karena luasnya areal medan pertempuran. Dari sebelah barat, Kesultanan Sambas, Sampit, Sangau, Kotawaringin, Pagatan bahkan jauh ke timur Kesultanan Pasir maupun Kesultanan Kutai dll. Dipersiapkan oleh Pangeran Hidayatullah sebagai areal perang maupun penyokong Perang Banjar .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><u><span style="font-family:Arial;">Beberapa kutipan dari buku-buku karya<span>  </span>Hindia Belanda.</span></u></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ <b>Hidayat</b> telah merencanakan dan mempersiapkan pemberontakan yang kemudian akan meluas diseluruh kerajaan “. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“<span>  </span>&#8230;.. Loera housin telah menerima dari<b> Hidayat</b> batu permata untuk menghasut penduduk daerah itu melawan gubernemen “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ &#8230;.. <b>Hidayat</b> sebulan yang lalu berada di gunung Batu Tiris telah mengadakan rapat akbar yang dihadiri para kepala “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ &#8230;.. seorang bernama Doelmatalip di Nagara telah menerima sepucuk surat dari <b>Hidayat</b> guna memanggil rakyat untuk melakukan perang Sabil “. (De Bandjermasinsche Krijg hal 14,20,31 &amp; 71) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Pengangkatan salah satu pimpinan perangnya<span>  </span>seperti berikut ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ Surat<span>  </span>Seruan Pangeran Hidajatoellah ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Dengan ini saya menganugrahkan kepada seorang rakyat bernama Gamar gelar Tumenggung Cakra Yuda dan dengan ini pula memperkenankan kepadanya melakukan Perang Sabilullah untuk menegakkan kejayaan agama dan ajaran Nabi Muhammad Rasululloh SAW.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Selanjutnya saya memaklumkan, bahwa pengangkatan ini tidak dapat diubah lagi, sehingga dengan demikian Tuan dapat mengadakan musyawarah atau persetujuan dengan Mufti Muhammad Cholid (mufti gubernemen ), Mufti Abdul Jalil, Pangulu Machmud ( pengulu gubernemen Martapura ), Tuan Chalifah Idjra-ie ( bertugas melakukan penyumpahan para saksi di Mahkamah Militer di Martapura ), semua haji yang di Dalam Pagar ( tempat tinggal para ulama ) dan yang ada di mana-mana dan semua kepala didalam perang ini disamping semua penduduk kampung, baik lelaki maupun perempuan, yang masih terikat kepada Al Khaliq dan Rasulnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Bilamana ada diantara mereka yang tidak memperhatikan atau ada yang menentang peraturan yang telah saya keluarkan, maka saya memperkenankan kepada Tuan untuk menghukumnya sampai mati dengan jalan dipancung kepalanya dan menghancurkan harta bendanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Dalam hal Tuan tidak melaksanakan kemauan saya ini dengan seksama dan tidak memperhatikan semua perintah yang telah saya keluarkan dengan persetujuan orang tua saya , maka Tuan dan seluruh keturunan Tuan selama lamanya akan terkutuk. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Saya memohon semoga Yang Maha Kuasa akan memperkenankan harapan saya<span>  </span>oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Dan dari Dayak Dari, Dayak Dusun (Tanah Dusun) dan Dayak Biajau menyerang dan menghancurkan Martapura. Oleh karena yang disebut diatas masih orang kafir (belum Islam) maka akan merupakan suatu kebajikan apabila mereka ikut menghancurkan musuh-musuh Nabi . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Surat</span><span style="font-family:Arial;"> ditulis Pangeran Hidajatoellah tanggal 22 Jumadil Awal 1277 / 10 Desember 1860 ditandatanganinya dan juga oleh Pangeran Wira Kusumah (masing-masing cap dan Pangeran Hidajatoellah dengan cap Sulthan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>Surat itu diperlihatkan oleh Gamar kepada Resident ketika ia ditangkap oleh Belanda. (De Bandjarmasinsche Krijg halaman 162 &amp; 163) ”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>        </span>Setelah Pengangkatan-pengangkatan<span>  </span>dan persiapan-persiapan yang matang maka dikobarkanlah Perang Banjar pada tanggal 28 April 1859 dengan semboyan Beatip Beamal Fisabilillah secara serempak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Jalannya peperangan terekam dalam beberapa tulisan berikut;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ Sambil bertandak dan berdoa mereka menerobos sampai 10 langkah dari carre` ( formasi tempur berbentuk persegi empat ); meriam houwitser diisi lagi. “Tembak !!” , kedengaran dari mulut komandan, akan tetapi baik pipa houwitser maupun beberapa bedil macet. Beberapa orang musuh sekarang datang melalui<span>  </span>houwitser masuk kedalam carre’: dengan pemimpinnya yang berpakaian kuning di muka sekali. Kopral Smit mendapat tusukan tombak pada saat akan memasang lagi isian bedil; van Halderen mendapat dua sabetan klewang yang mematikan pada saat akan memasang lagi pipa yang baru. Pistol<span>  </span>kepunyaan van der Heijden juga macet, ketika ia akan menembak kepala penyerbu itu. Kepala yang gagah berani ini telah menerjangnya dan akan menekankan ujung tombak ke dadanya. Koch segera melompat, menangkis dengan pedang tusukan itu, akan tetapi ia sendiri terpanggang tusukan tombak dan keris, dan jatuh tersungkur”. (De Bandjermasinsche Krijg hal. 205)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ Tentara (Hindia Belanda) telah mempertahankan kehormatan namanya, banyak perwira dan prajurit telah menunjukan keluarbiasaanya, banyak yang mengucurkan darahnya, banyak yang mengorbankan nyawanya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Celakanya, terlalu sering !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Barisan menjadi tipis, rumah-rumah sakit dan kapal-kapal pengangkut diisi penuh prajurit yang kelelahan karena perang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Terlalu sering kita ini wajib mengganti pasukan, dan menggantikannya dengan yang baru, yang didatangkan dari Jawa; bahkan demikian seringnya, sehingga kita dalam melukiskan jalannya peperangan segera berhenti memuat semua mutasi !!!”. (De Bandjermasinsche Krijg hal. 395 )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>           </span>Perang yang tidak berkesudahan, kekalahan yang terus menerus, kematian prajurit<span>  </span>maupun pimpinan<span>  </span>tentara Hindia Belanda yang tiada henti, sungguh membuat<span>  </span>bingung, lelah dan frustasi, sehingga dipersiapkanlah cara-cara yang sangat keji dan licik. Sebuah tipu muslihat yang sangat tidak pantas dipersiapkan untuk memperoleh suatu kemenangan dalam peperangan.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>           </span>Penipuan itu dimulai dengan ditangkapnya Ratu Siti , Ibunda Sultan Hidayatullah, kemudian Pihak Belanda menulis surat atas nama Ratu Siti kepada Sultan, agar mengunjungi beliau sebelum dihukum gantung oleh Pihak Belanda. Surat tersebut tertera cap Ratu Siti…, padahal semua itu hanya rekayasa &amp; tipuan tanpa pernah Ratu Siti membuat surat tersebut. Ketika bertemu dengan Ibunda Ratu Siti ditangkaplah Sultan Hidayatullah dan diasingkan ke Cianjur. Penangkapannya dilukiskan pihak belanda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“ Pada tanggal 3 Maret 1862 diberangkatkan ke Pulau Jawa dengan kapal perang ‘Sri Baginda Maharaja Bali’ seorang Raja dalam keadaan sial yang dirasakannya menghujat dalam, menusuk kalbu karena terjerat tipu daya. Seorang Raja yang pantas dikasihani daripada dibenci dan dibalas dendam, karena dia telah terperosok menjadi korban fitnah dan kelicikan yang keji setelah selama tiga tahun menentang kekuasaan kita (Hindia Belanda) dengan perang yang berkat kewibawaanya berlangsung gigih, tegar dan dahsyat mengerikan. Dialah Mangkubumi Kesultanan Banjarmasin yang oleh rakyat dalam keadaan huru-hara dinobatkan menjadi Raja Kesultanan yang sekarang telah dihapuskan (oleh kerajaan Hindia Belanda), bahkan dia sendiri dinyatakan sebagai seorang buronan dengan harga f 1000,- diatas kepalanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Hanya karena keberanian, keuletan angkatan darat dan laut (Hindia Belanda) dia berhasil dipojokan dan terpaksa tunduk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Itulah dia yang namanya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><i><span style="font-family:Arial;">Pangeran Hidajat Oellah</span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">Anak resmi Sultan muda Abdul Rachman<span>  </span>dst, dst, dst….. “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span>( Buku Expedities tegen de versteking van Pangeran Antasarie, gelegen aan de Montallatrivier. Karya J.M.C.E. Le Rutte halaman 10).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span>      </span>Dengan penangkapan Sultan ini maka berakhirlah peperangan besar yang terjadi, peperangan yang terjadi berikutnya dilukiskan oleh tentara Hindia Belanda sebagai pemberontakan-pemberontakan kecil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“Dengan Hidayat, pengganti sah dari Sultan Adam, rakyat yang memberontak itu kehilangan tonggak penunjangnya; dengan Hidayat, pemimpin Agama, para pemimpin agama kehilangan senjata yang paling ampuh untuk menghasut rakyat; oleh kepergian Hidayat, hilanglah semua khayalan untuk memulihkan kembali kebesaran dan kekuasaan Kerajaan Banjar, dengan kepergian Hidayat<span>  </span>maka pemberontakan memasuki tahap terakhir” (De Bandjermasinsche krijg hal. 280)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;">“Dengan Hidayat<span>  </span>hilanglah semua khayalan, hasrat suci yang berlebihan, pendorong semangat dan penyebab dari perang ini”(De Bandjermasinsche Krijg hal. 342) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><u><span style="font-size:14pt;font-family:Arial;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Arial;">Selesai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="left"><i>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia</i></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=152&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2008/02/11/sekilas-riwayat-hidup-pangeran-hidayatullah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2008/02/hidayat.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hidayat.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Dukung Karya Urang Banjar !</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/21/ayo-dukung-karya-urang-banjar/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/21/ayo-dukung-karya-urang-banjar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Oct 2007 18:47:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sekapur Sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/21/ayo-dukung-karya-urang-banjar/</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang mengikuti acara Eagle Award di Metro TV, ada satu video dokumenter finalis yang berasal dari Kalimantan Selatan. Video itu berjudul &#8220;Setangkup Asa Dibalik Kemilau Intan&#8221; yang mengangkat tema kehidupan para pendulang intan di daerah Cempaka, Banjarbaru Kalimantan Selatan. Video yang membanggakan ini adalah hasil karya Zuraida Hamid urang Banjar kelahiran Banjarmasin dengan temannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi yang mengikuti acara Eagle Award di Metro TV, ada satu video dokumenter finalis yang berasal dari Kalimantan Selatan. Video itu berjudul &#8220;Setangkup Asa Dibalik Kemilau Intan&#8221; yang mengangkat tema kehidupan para pendulang intan di daerah Cempaka, Banjarbaru Kalimantan Selatan. Video yang membanggakan ini adalah hasil karya Zuraida Hamid urang Banjar kelahiran Banjarmasin dengan temannya Iwan Ahmad.</p>
<p>Di akhir acara ada pemberitahuan oleh pembawa acaranya, kalau ingin menjadikan video ini menjadi video favorit maka ketik EA (spasi) INTAN kirim sms ke 3944. Untuk itu bagi teman-teman urang Banjar yang ingin menjadikan film intan ini mendapat tempat favorit sudi kiranya memberikan sedikit dukungan agar film yang mengangkat tema daerah dan adat Banjar dalam mendulang ini menjadi film yang ditengok oleh orang banyak pada malam penganugerahan hadiah nanti.</p>
<p>Promosi ini bersifat sukarela, sebab saya pun tidak pernah mengenal pembuat film ini. Tetapi sebagai sesama urang Banjar yang sama-sama ingin mengangkat nama daerah maka tergerak untuk mendukung dengan cara semampunya.</p>
<p>Jadwal tayang film dokumenter Setangkup Asa Dibalik Kemilau Intan :<br />
Tayang Perdana : 18 Oktober 2007 , Pkl : 19.35 - 20.00<br />
Replay :   19 Oktober 2007, Pkl: 16.05 s/ 16.30<br />
25 Oktober 2007, Pkl: 11.05 s/ 11.30</p>
<p>Eagle Award memberikan penghargaan pada 3 kategori, Pembuat Film Terbaik, Pembuat Film dengan Ide Cerita Terbaik, Pembuat Film Favorit Pemirsa.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan dukungan kita, film Intan ini bisa mendapat salah satu award yang diperebutkan dan kisah di dalamnya bisa membuat orang di luar daerah menengok lebih dalam mengenai kebudayaan urang Banjar.</p>
<p>Jangan Kada Ingat Dukung Filim Favorit Ketik : EA (spasi) INTAN  Kirim ke 3944.</p>
<p>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang Di Dunia !</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=150&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/21/ayo-dukung-karya-urang-banjar/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balai Amas dan Batu Beranak</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/19/balai-amas-dan-batu-beranak/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/19/balai-amas-dan-batu-beranak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2007 07:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Rakyat Kalsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/19/balai-amas-dan-batu-beranak/</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini oleh-oleh dari pulang kampung tempat mertua di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Asal mula cerita Balai Amas (Balai Emas) dan Batu Beranak ini merupakan sebuah tempat berdirinya pohon Ulin yang sangat besar.

Dahulu kala, disebuah pohon Ulin yang sangat besar ini hidup seekor burung Garuda yang setiap waktu kerjaannya memakan anak bayi yang masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cerita ini oleh-oleh dari pulang kampung tempat mertua di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Asal mula cerita Balai Amas (Balai Emas) dan Batu Beranak ini merupakan sebuah tempat berdirinya pohon Ulin yang sangat besar.</p>
<p><a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/10/batuberanak.jpg" title="Balai Emas dan Batu Beranak"><img src="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/10/batuberanak.jpg?w=481&h=369" alt="Balai Emas dan Batu Beranak" height="369" width="481" /></a></p>
<p>Dahulu kala, disebuah pohon Ulin yang sangat besar ini hidup seekor burung Garuda yang setiap waktu kerjaannya memakan anak bayi yang masih di dalam ayunan. Karena semakin lama semakin meresahkan, para penduduk kampung bersepakat untuk memikirkan cara bagaimana menyingkirkan burung Garuda tersebut. Pohon Ulin itu mempunyai diameter kira-kira sama besarnya dengan rumah tipe 36. (Gambar bangunan di atas mencerminkan besarnya ukuran pohon kayu ulin tersebut.)</p>
<p>Berbagai macam peralatan dicobakan untuk menebang pohon ulin tersebut tetapi tidak satupun yang mampu menggores batang kayunya. Akhirnya ada seorang tetuha kampung setempat mencoba menumbangkan pohon tersebut dengan sebilah pisau. Dikorek perlahan-lahan akar pohon ulin tersebut dengan hanya menggunakan sebilah pisau kecil tidak disangka-sangka pohon Ulin raksasa inipun roboh bersama burung Garuda di atasnya. Konon, saking tinggi dan besarnya pohon Ulin ini pucuknya sampai roboh ke daerah Marabahan, Barito Kuala (± 50 km dari Banjarmasin, ± 200 km dari Kandangan), sehingga nama daerah itu disebut Marabahan yang berarti tempat rabah (roboh) pohon Ulin tadi. <!--baca tarus--></p>
<p>Setelah keadaan aman, bekas tumbuh pohon Ulin tadi dibuat sebuah balai (ada gambarnya). Di balai inilah sejak dulu diadakan berbagai macam selamatan dan acara adat setiap tahunnya. Menurut informasi pada malam ahad ini tanggal 20 Oktober 2007 akan diadakan upacara Manaradak di balai tersebut, sebagai tanda awal menanam padi.</p>
<p>Di kampung ini juga ada dua buah tempat yang diyakini penduduk memiliki kesaktian, yaitu Batu Beranak. Tempat batu beranak ini asalnya tidak ada apa-apa, tiba-tiba bermunculan batu-batu memenuhi tempat tersebut sehingga oleh penduduk setempat diberi gelar Batu Beranak. Konon, ukuran batu yang ada disini bisa tumbuh berkembang sampai akhirnya melahirkan batu kecil di sekelilingnya, begitu seterusnya seperti siklus hidup manusia.</p>
<p>Pernah ada yang iseng-iseng mencoba mengukur batu tersebut, setiap hari Jumat batu yang sama diukur dan menurut keterangan para saksi batu yang diukur tersebut memang terus bertambah ukurannya. Pernah juga ada orang yang mengambil untuk dibawa pulang ternyata beberapa hari kemudian batunya hilang setelah diperiksa batu yang sama kembali ke tempatnya semula.</p>
<p>Demikian sekilas oleh-oleh cerita dari kampung dan memperkenalkan tempat yang diyakini masyarakat setempat sebagai tempat berkeramat sebagai bagian dari kekayaan budaya Banjar.</p>
<p>Bagi yang penasaran, silakan untuk mengunjungi dua tempat tersebut. Pisau yang digunakan untuk merobohkan pohon Ulin tadi masih disimpan secara turun temurun oleh penduduk kampung, bila berkunjung ke sana bisa mencari informasi lebih lanjut. Untuk sementara diberi photonya dulu.</p>
<p><em><strong>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia ! </strong></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=148&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/10/19/balai-amas-dan-batu-beranak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/10/batuberanak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Balai Emas dan Batu Beranak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Dangsanak Samuaan</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/09/12/terima-kasih-dangsanak-samuaan/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/09/12/terima-kasih-dangsanak-samuaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 18:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sekapur Sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/09/12/terima-kasih-dangsanak-samuaan/</guid>
		<description><![CDATA[Lawas jua ulun kada manulis di sini, maaf, karena kesibukan pekerjaan yang sering keluar kota. Tetapi semua komentar pasti ulun baca. Mengenai tidak ada komentar balasan, itu dikarenakan betapa bangga dan terharunya ulun melihat tanggapan dari pian samuaan, sampai ulun takutan salah memberi balasan komentar.  itulah sebabnya beberapa bulan ini komentar tanpa ada yang menanggapi.
Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Lawas jua ulun kada manulis di sini, maaf, karena kesibukan pekerjaan yang sering keluar kota. Tetapi semua komentar pasti ulun baca. Mengenai tidak ada komentar balasan, itu dikarenakan betapa bangga dan terharunya ulun melihat tanggapan dari pian samuaan, sampai ulun takutan salah memberi balasan komentar.  itulah sebabnya beberapa bulan ini komentar tanpa ada yang menanggapi.</p>
<p>Setelah kita baca-baca, banyak banar kulaan kita nang masuk, mulai nang badiam di banua Banjar sampai ke negeri seberang, semuanya sangat menghargai usaha kita ini. Semangat ulun semakin meninggi dan terpacu.</p>
<p>Ke depannya mudah-mudahan kita bisa lebih mengembangkan budaya Banjar, meskipun awalnya hanya dari tulisan di dalam blog ini. Setiap usaha yang ada untuk memajukan budaya Banjar kita sambut dan junjung. Bagi dangsanak nang baisi kemampuan lebih, bisa  mengembangkan budaya Banjar lebih daripada sekadar tulisan. Mudah-mudahan.</p>
<p>Ada beberapa event budaya Banjar penting yang terlewatkan untuk dimuat dalam blog ini, misalnya festival tari, pemilihan nanang galuh, penganugerahan gelar adat Banjar, festival wayang gung, dan lain sebagainya. Hal ini karena ketidakmampuan ulun dalam menyajikan informasinya ke dalam blog ini. Untuk itu mohon maaf yang sebesar-besarnya.</p>
<p>Masih banyak informasi mengenai pelestarian budaya Banjar yang ada di pikiran yang ingin dicurahkan melalui blog ini, semoga ada waktu dan kesempatan untuk menyajikannya.</p>
<p>Terima kasih, kulaan sabarataan !</p>
<p><em>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !!!</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=147&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/09/12/terima-kasih-dangsanak-samuaan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibarat Bajalan Kada Bagalumbang Banyu</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/05/01/ibarat-bajalan-kada-bagalumbang-banyu/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/05/01/ibarat-bajalan-kada-bagalumbang-banyu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 01:52:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bahasa Banjar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/05/01/ibarat-bajalan-kada-bagalumbang-banyu/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ibarat Bajalan Kada Bagalumbang Banyu&#8221;
ibarat = umpama
bajalan = berjalan
kada = tidak
bagalumbang = bergelombang/ombak besar
banyu = air
&#8221; umpama berjalan di atas air, tidak sampai menimbulkan gelombang/ombak besar &#8220;
Makna ungkapan:
Di dalam interaksi sosial sehari-hari janganlah sampai menyinggung atau menyakiti hati orang sekitar yang bisa berakibat ketidakharmonisan hidup.
Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk bergaul dengan manusia lainnya sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Ibarat Bajalan Kada Bagalumbang Banyu&#8221;</p>
<p>ibarat = umpama<br />
bajalan = berjalan<br />
kada = tidak<br />
bagalumbang = bergelombang/ombak besar<br />
banyu = air</p>
<p>&#8221; umpama berjalan di atas air, tidak sampai menimbulkan gelombang/ombak besar &#8220;</p>
<p>Makna ungkapan:</p>
<p>Di dalam interaksi sosial sehari-hari janganlah sampai menyinggung atau menyakiti hati orang sekitar yang bisa berakibat ketidakharmonisan hidup.</p>
<p>Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk bergaul dengan manusia lainnya sebagai mahluk sosial. Dalam pergaulan itu akan banyak ucapan dan perbuatan yang dilakukan atau bisa juga ekspresi wajah yang ditampilkan. Meskipun demikian hendaknya segala kelakuan itu dijaga dan diukur sesuai keadaan. Intinya segala tingkah laku harus bisa dikendalikan.</p>
<p>Ungkapan tradisional Banjar ini diberikan untuk tujuan mendidik masyarakat dalam menjalani pergaulan sehari-hari. Diibaratkan sebuah lapisan air yang tenang, kemudian manusia menjalani air tersebut dalam kehidupannya, tingkah laku manusia tidak sampai menimbulkan ombak besar yang akhirnya merusak ketenangan lapisan air sebagai lambang lingkungan sekitar.</p>
<p>Saat berhati-hati melintasi lapisan air, memang akan selalu ada riak-riak kecil, riak kecil ini diumpamakan perbedaan pendapat yang sering terjadi. Tetapi segala perbedaan itu tidak boleh sampai menimbulkan ombak besar atau permusuhan.</p>
<p>Orang Banjar dahulu sering menanamkan sifat untuk menghargai pendapat orang lain, tidak boleh pendapat orang lain dikatakan tidak bermutu atau mendiskreditkan prestasi orang lain. Semua itu hanya akan menimbulkan ketidaktentraman dalam hidup. Ungkapan ini merupakan salah satu warisan budaya Banjar dalam mengatur tata kelakukan bermasyarakat.</p>
<p><strong>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=145&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/05/01/ibarat-bajalan-kada-bagalumbang-banyu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/29/lomba-penulisan-cerpen-bahasa-banjar-2007/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/29/lomba-penulisan-cerpen-bahasa-banjar-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2007 12:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/29/lomba-penulisan-cerpen-bahasa-banjar-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dokumentasi budaya Banjar memang ditemukan sedikit mengenai sastra tertulis dalam bahasa Banjar. Entah mengapa pendokumentasian karya-karya dalam bahasa Banjar agak sulit untuk dikumpulkan. Sebagai upaya untuk memperkaya dan pelestarian budaya serta meningkatkan apresiasi tentang bahasa Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalsel, melalui Sub Din Bina Kesenian mengadakan Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007.
Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam dokumentasi budaya Banjar memang ditemukan sedikit mengenai sastra tertulis dalam bahasa Banjar. Entah mengapa pendokumentasian karya-karya dalam bahasa Banjar agak sulit untuk dikumpulkan. Sebagai upaya untuk memperkaya dan pelestarian budaya serta meningkatkan apresiasi tentang bahasa Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalsel, melalui Sub Din Bina Kesenian mengadakan Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007.</p>
<p>Menurut Kasubdin Bina Kesenian Disbudpar Kalsel, Drs. H. Syarifuddin R, lomba ini bertujuan memberikan motivasi kepada masyarakat menuangkan kemampuannya berbahasa Banjar. (Banjarmasin Post, 27/04/2007). <strong>Peserta lomba terbuka bagi siapa saja dan dimana saja.</strong></p>
<p>Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya kepada panitia. <strong>Karya yang dilombakan paling lambat diterima panitia pada tanggal 31 Mei mendatang.</strong> Pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2007.</p>
<p>Khusus dewan juri, terdiri dari seniman sastra Banjar, Lembaga Budaya Banjar, serta praktisi atau budayawan Banjar. Juara akan mendapat tanda kasih berupa uang tunai, tropi, dan piagam penghargaan.</p>
<p><strong>Syarat Cerpen yang dilombakan</strong>:</p>
<ul>
<li>Berbahasa Banjar</li>
<li>Tema bebas, tidak bertentangan hukum</li>
<li>Jumlah karakter antara 4000 - 8000 karakter</li>
<li>Minimal 5 halaman dan maksimal 8 halaman folio</li>
<li>Diketik 1,5 spasi</li>
<li>Belum pernah dipublikasikan di media mana pun</li>
<li>Bukan terjemahan</li>
</ul>
<p><strong>Penilaian</strong>:</p>
<ul>
<li>Orisinalitas ide</li>
<li>Nilai sosial budaya lokal</li>
<li>Teknik bercerita</li>
<li>Bahasa jelas, makna dan penulisan mudah ditangkap pembaca</li>
<li>Memakai bahasa Banjar Hulu dan Kuala yang tepat dan baik.</li>
</ul>
<p><strong>Kelengkapan Peserta Menyertakan</strong>:</p>
<ul>
<li>Nama dan alamat lengkap</li>
<li>Photocopy kartu pengenal yang masih berlaku</li>
<li>Nomor telepon atau handphone yang bisa dihubungi</li>
</ul>
<p><strong>Alamat Panitia Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007 : Taman Budaya Propinsi Kalsel, Jl.Brigjen Hassan Basry No.2/43 Kayutangi Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123. Telpon 3304735.</strong></p>
<p>Bagi yang belum jelas, ingin mengetahui informasi lebih lengkap bisa kirimkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah postingan ini. Pertanyaan kalian akan langsung disampaikan ke Bapak Drs.H. Syarifuddin R. Jawabannya akan dibalas langsung di kolom komentar juga.</p>
<p>Ayo bagi para penulis di seluruh jagad yang jago membuat cerpen, tunjukkan kehebatan kalian dalam lomba menulis cerpen bahasa Banjar. Rugi lamunnya kada umpat. <strong>Ingat batasnya</strong> <strong>31 Mei 2007</strong></p>
<p><strong>Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=143&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/29/lomba-penulisan-cerpen-bahasa-banjar-2007/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak Sultan Kawin</title>
		<link>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/27/anak-sultan-kawin/</link>
		<comments>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/27/anak-sultan-kawin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2007 11:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anak Sultan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sekapur Sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/27/anak-sultan-kawin/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut sedikit dokumentasi dari walimah perkawinan Anak Sultan, ditujukan untuk seluruh teman-teman dan senior-senior yang sudah bersedia hati melawat ke dalam Kerajaan Banjar Virtual.
Terima kasih banyak untuk seluruh rekan yang ada di blogroll dan sering menitip komentar dan saran di halaman Tentang Saya. Abah H. Nurdin, kaya apa? gagah kalo? hehehe&#8230;nang sampat datang kanda Taufik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut sedikit dokumentasi dari walimah perkawinan Anak Sultan, ditujukan untuk seluruh teman-teman dan senior-senior yang sudah bersedia hati melawat ke dalam Kerajaan Banjar Virtual.</p>
<p>Terima kasih banyak untuk seluruh rekan yang ada di blogroll dan sering menitip komentar dan saran di halaman Tentang Saya. Abah H. Nurdin, kaya apa? gagah kalo? hehehe&#8230;nang sampat datang kanda Taufik Arbain lawan Om Bambang Subiyakto, Eka BPost, Om Wajidi, kawan-kawan yang lain yang tidak sempat terundang, kami mohon maaf dan mohon doa restu.<br />
<a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/04/gbrnkkwn.jpg" title="gbrnkkwn.jpg"></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/04/gbrnkkwn.jpg" title="gbrnkkwn.jpg"><img src="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/04/gbrnkkwn.jpg" alt="gbrnkkwn.jpg" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kerajaanbanjar.wordpress.com/141/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kerajaanbanjar.wordpress.com&blog=659273&post=141&subd=kerajaanbanjar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/27/anak-sultan-kawin/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/kerajaanbanjar-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anak Sultan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kerajaanbanjar.files.wordpress.com/2007/04/gbrnkkwn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gbrnkkwn.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>