Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

In the beginning : zaman pra sejarah

Posted by Anak Sultan pada Januari 6, 2007

Periode plestosin berlangsung berjuta-juta tahun lamanya, pada zaman ini terjadi empat kali zaman es atau zaman glasial. Di permulaan zaman kwarter, muncul zaman es pertama suhu bumi menurun dan gletser menutupi sebagian besar daratan Asia, akibatnya banyak air laut yang terambil, permukaan laut menjadi turun. Sebagian laut Jawa kering dan timbullah Paparan Sunda yang menghubungkan benua Asia, Malaya, Sumatera, Kalimantan dan Jawa.Iklim cikal bakal kerajaan Banjar saat itu adalah tropis, dengan musim kering menimbulkan padang-padang rumput dan jenis-jenis burung yang berpindah dari daratan Asia. Musim kering ini disusul musim hujan yang membawa akibat munculnya hutan-hutan lebat di benua Kalimantan.

Hujan lebat di masa pluvial menyebabkan banyaknya muncul sungai-sungai. Walaupun Paparan Sunda ini kemudian tenggelam kembali, tetapi sungai-sungai di daerah Kahayan, Barito, Sampit, sungai-sungai di Lampung, sungai-sungai di Jawa bagian utara adalah cabang sungai besar di Laut Jawa yang bermuara di sebelah utara Bali dulunya.

Melalui periode glasial I dengan timbulnya Paparan Sunda menjadi jembatan yang memungkinkan terjadinya migrasi manusia dan hewan dari daratan Asia ke banua Banjar.

Zaman permulaan plestosin tengah berjalan seiring dengan glasiasi kedua daratan Asia, permukaan air laut turun sedalam 125 meter; sehingga Paparan Sunda mencapai luas wilayah yang sangat besar dan sekali lagi Jawa, Kalimantan dan Sumatera bersatu dengan daratan Malaya dan Asia, kembali terjadi migrasi berbagai macam hewan yang akhirnya dikenal dengan istilah fauna Sino Malayu, selain migrasi manusia tentunya. Setelah ribuan tahun berjalan es menghilang lagi dan lautan kembali memisahkan pulau-pulau ini.

Setelah itu daratan ini akan mengalami dua kali lagi zaman glasial, sampai keadaan seperti sekarang.

Menurut buku yang disusun oleh: M. Idwar Saleh, Amat Asnawi, Alex A Koroh, Dhany Yustian, Johansyah, dari buku tersebut diperoleh bebarapa kesimpulan :

1. Selama 4 kali mengalami zaman es dan timbulnya Paparan Sunda sebagai jembatan antar benua, sehingga ada kemungkinan besar telah terjadi migrasi hewan dan manusia antara pulau Jawa dan Kalimantan.

2. Sungai-sungai yang ada di Jawa dan Kalimantan dulunya bermuara di sekitar utara Bali yang memiliki jenis-jenis ikan air tawar yang sama.

3. Sejarawan Toer Soetardjo menemukan kapak perimbas (chopper) di dasar Riam Kanan daerah Awang Bangkal terbuat dari kerakal kwarsa. Tahun 1939, H. Kupper menemukan alat-alat batu juga di Riam Kanan. Alat-alat ini oleh van Heekernen digolongkan sebagai unsur budaya kapak perimbas. Di Jawa alat-alat perimbas ini adalah alat manusia Pithecanthropus. Toer Soetardjo menemukannya tahun 1958.

Beberapa persamaan itu bisa diasumsikan bahwa manusia-manusia tertua di Kalimantan Selatan mungkin sama perkembangannya dengan yang ada di Pulau Jawa.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

5 Tanggapan to “In the beginning : zaman pra sejarah”

  1. fadeli said

    ulun ada silsilah keturunan dari raden adipati danu radja (banua lima), ulun tarmasuk jua. jadi siapa nang bakulaan wan ulun tolong kabari lewat e mail ulun. wayahapa kita baaruhan ganal kaluarga baliau… karena menurut cerita, beliau dahulu kala memiliki banyak sekali istri dan permaisuri, mun ulun dari keturunan anak sidin raden tumenggong kusuma juda negara. karena keturunan sidin yang talampaui banyak kita adakan silaturahmi untuk saling mengenal, kuburan sidin di kota raen amuntai jua kada tapi taurusi banar, kasian. mun kada ita nang anum-anum siapa lagi nang maurus…
    dari fadeli : fadelibungas@yahoo.co.id

  2. Andika said

    Lambat tajumpa laman web ni. Ulun manulis
    tesis ‘Ganti nama diri dan sistem panggilan dalam bahasa BANJAR”.Mun dapat awal, ramik banar masa tuk.
    (Andika: Kedah, Malaysia)

  3. Slm kenal brataan wan pian2 lah.trutama wan bubuhanya pal7 kertak hanyar slmt nyantai aja.wslm dr Aas Radja Variasi wan kakawalan yg kya Rapik,Ahmad,Upik,pansyah,tajudin,Amat umbing,Herman,kai Unul dan kai Apar.

  4. Saudaraku sahabat kerabatku smua jagalah hartamu dengan iman dan takwa.jnganlah engkau terpesona keindahan duniamu ingatlah akan Allah yg Maha pencipta.belanjakanlah hartamu di jalan Allah jnganlah kau terjerumus dlm keadaan lupa kpda Allah.sayangi hartamu boleh saja tp jngan pernah anda berharap hartamu dpt menolong kmu dr azab neraka.harta bukan segalanya tp iman yg paling berharga dr pda orang2 yg sibuk dlm pengumpulan harta hnya untk kesenangan dunia smata.

  5. christine alicya said

    Iya deeh…………………..
    mhancap!…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: