Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Pemimpin Putra Daerah, Akankah Memajukan Budaya Banjar?

Posted by Anak Sultan pada Februari 24, 2007

Setiap pilkada akan berlangsung, isu yang menjadi hangat mengemuka salah satunya mengenai pemimpin putra daerah. Maksudnya, orang yang menjadi pemimpin di daerah tersebut haruslah orang kelahiran setempat, bukan hanya kelahiran tapi harus merupakan keturunan dari orang asli daerah tersebut. Hal ini karena warisan budaya politik masa lalu yang kebanyakan pejabat titipan pemerintah pusat yang tidak memikirkan perasaan masyarakat setempat. Karena pusat pemerintahan kebetulan berada di Jawa, maka dulu sering orang dari Jawa memerintah orang-orang di luar Jawa. Dan hal ini diperburuk oleh pejabat bersangkutan yang tidak mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Mereka  lebih menonjolkan budaya bawaan mereka daripada bertoleransi dengan budaya setempat. Akibatnya terjadi kecemburuan budaya yang tinggi dan berkelanjutan sampai masyarakat bawah.

Saya tidak tahu bagaimana perasaan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan  apabila dipimpin oleh orang luar daerah/luar suku Banjar. Dan saya tidak akan menyatakan mewakili perasaan mereka. Pendapat saya pribadi apabila suatu saat ada orang non suku Banjar memimpin urang Banjar, apakah urang Banjar sudah kehabisan SDM yang bisa diandalkan untuk memimpin?

Baiklah, sudah, kita hindarkan saja provokasi kalimat saya diatas dan berfokus pada pengembangan budaya Banjar, apabila pemimpin kita mulai gubernur sampai lurah adalah putra daerah sendiri. Saya sangat bersyukur dengan terpilihnya kepala daerah asli urang Banjar, setidaknya budaya hidup beliau sama dengan saya, sehingga saya dengan rela dipimpin oleh beliau.

Harapan terbesar saya adalah daerah Kalimantan Selatan ini mampu menjadi mandiri dalam hal budaya. Mulai dari hal kecil sampai besar, mulai rumah rakyat sampai rumah pejabat. Tidaklah berlebihan apabila saya berharap seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat diisi dengan peraturan daerah yang mampu mengakomodasi kelestarian budaya Banjar. Itu karena daerah ini budayanya adalah budaya Banjar. Kalau daerah ini adalah Jawa silakan saja pakai budaya Jawa.

Pertanyaan di judul tulisan ini akan menjadi pertanyaan besar bagi orang-orang politik yang pada pilkada lalu begitu mengusung-usung ide putra daerah. Silakan Anda evaluasi sendiri, pemimpin putra daerah sudahkah memajukan budaya daerahnya?

Kada ulun biarakan budaya Banjar hilang di dunia !

3 Tanggapan to “Pemimpin Putra Daerah, Akankah Memajukan Budaya Banjar?”

  1. faizalramadhani said

    saya urang banjar, asli tanjung yang merantau ke lampung, sangat sedikit urang banjar disini, saya sadari saya tidak begitu memahami budaya banjar, dalam hal pemerintahan saya cukup prihatin terhadap situasi sekarang dimana sangat sedikit urang banjar yang eksis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, kita harus sama membangun urang banjar

  2. taufik79 said

    salam anak banua

  3. H.MAHYUDDIN MASRI, SE said

    ULUN SANGAT SATUJU BANAR BUDAYA BANJAR HARUS TATAP DILESTARIKAN, JUA AMUN MAMILIH PAMIMPIN KALO ADA BUBUHAN BA APA MAMILIH URANG LUAR…. NANG KAHUJUNGANNYA KADA TAHU BUDAYA BANJAR,…..HIDUP BANJAR SAKALI BANJAR DALAS BALANGSAR DADA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: