Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Undang-Undang Sultan Adam – perkara 1-

Posted by Anak Sultan pada Februari 24, 2007

PERKARA 1

Adapoen perkara jang pertama akoe soeroehkan sekalian ra’jatkoe laki-laki dan bini-bini beratikat dalam al soenat waldjoemaah dan djangan ada seorang baratikat dengan atikat ahal a’bidaah maka siapa-siapa jang tadangar orang jang beratikat lain daripada atikat soenat waldjoemaah koesoeroeh bapadah kapada hakimnja, lamoen banar salah atikatnya itoe koesoeroehkan hakim itoe menobatkan dan mengadjari atikat jang betoel lamon anggan inja dari pada toebat bapadah hakim itu kajah diakoe

 

Sultan Adam, sultan visionaris dari Kerajaan Banjar. Berdiri tegak di singgasananya melihat keadaan rakyat yang bingung dan mulai kacau, hidup tanpa dilindungi oleh undang-undang. Pikirannya melintas waktu, menyaingi orang-orang yang lahir ribuan tahun sesudahnya, menetapkan undang-undang untuk rakyat Kerajaan Banjar.

 

Pada hejrat sanat 1251 pada hari Chamis yang kelima belas hari bulan Almuharram djam pukul sembilan pada ketika itulah aku Sultan Adam memboeat Undang-undang pada sekalian ra’jatku supaya djadi sempurna agama rakjatku dan atikat mereka itu supaya djangan djadi banyak perbantahan mereka itoe dan soepaja djadi kamudahan segala hakim menghukumkan mereka itu aku harap djuga bahwa djadi baik sekalian hal mereka itu dengan sebab undang-undang ini maka adalah undang-undang ini maka undang-undangku beberapa perkara

 

Undang-undang Sultan Adam pada perkara 1, ditetapkan setelah Sultan melihat begitu banyaknya aliran dalam agama Islam yang bertentangan diajarkan di masyarakat. Oleh karena itu Sultan menetapkan bahwa sekalian penduduk Kerajaan Banjar agar mengikut kepada itiqad Ahlusunnah wal Jamaah berdasarkan ajaran mazhab Syafei sebagaimana yang diajarkan ulama masa itu yaitu Syech Abu Hasan al Asy’ari dan al Maturidi. Sultan bereaksi keras terhadap ajaran Syekh Abdul Hamid Abulung yang mengajarkan faham Wahdatul Wujud. Karena itu apabila ada yang menganut faham yang bertentangan dengan Ahlusunnah wal Jamaah supaya segera dilaporkan kepada hakim setempat untuk ditobatkan dan apabila orang tersebut tidak mau agar segera dilaporkan sendiri kepada Sultan.

3 Tanggapan to “Undang-Undang Sultan Adam – perkara 1-”

  1. tarima kasih untuk tulisannya, mari sama-sama kita jaga budaya banjar tercinta, jangan sampai hilang……

  2. Gusti Jhonnie said

    Salam BAnjar.

  3. fahri saputra said

    1.ulun msh ragu tentang silsilh kerajaan banjar soaly bnyk yg mengatakn lo kerajaan dinusantara asaly dri jawa maaf ulun mendangr dri kawal2 ulun yg urang jawa,
    2,ap bnr kerajaan banjr kerajaan pertma dikalimantan yg ulun dangar dri habar urang kerajaan kutai yg tertua diindonesia
    minta maaf minta ats pertanyaan ulun tmksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: