Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Balogo

Posted by Anak Sultan pada Februari 25, 2007

Balogo merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Permainan ini dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan umumnya hanya dimainkan kaum pria.

Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar.

Dalam permainnannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa ,yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.

Permainan balogo ini bisa dilakukan satu lawan satu atau secara beregu. Jika dimainkan secara beregu, maka jumlah pemain yang “naik” (yang melakukan permainan) harus sama dengan jumlah pemain yang “pasang”

(pemain yang logonya dipasang untuk dirobohkan) Jumlah pemain beregu minimal 2 orang dan maksimal 5 orang. Dengan demikian jumlah logo yang dimainkan sebanyak jumlah pemain yang disepakati dalam permainan.

Cara memasang logo ini adalah didirikan berderet ke belakang pada garis-garis melintang. Karenanya inti dari permainan balogo ini adalah keterampilan memainkanlogo agar bisa merobohkan logo lawan yang dipasang. Regu yang paling banyak dapat merobohkan logo lawan, mereka itulah pemenangnya.
balogo.jpg

Sebagai akhir permainan, pihak yang menang disebut dengan “janggut” dan boleh mengelus-elus bagian dagu atau jenggot pihak lawan yang kalah sambil mengucapkan teriakan “janggut-janggut” secara berulang-ulang yang tentunya membuat pihak yang kalah malu, tetapi bisa menerimanya sebagai sebuah kekalahan.

Mamang dalam permainan balogo :

santuk kilan bela (muka) patah cempa sekali lagi

Permainan balogo ini masih populer dimainkan di masyarakat Banjar hingga tahun 80-an. Sampai akhirnya dikalahkan oleh permainan elektronik modern.

Kada ulun biarakan budaya Banjar hilang di dunia

6 Tanggapan to “Balogo”

  1. riko kristiandono said

    pak ersa. contact person yang bapak berikan skrng lagi berada diluar kota (kaltim). dapatkah bapak memberikan contact person yang lain, mengingat hari selasa ini saya akan ke banjarmasin untuk melakukan peliputan. terima kasih atas bantuannya.

  2. wigas said

    asyiknya maen logo.. tapi dikota yang ulun tinggali sekarang.. dah jarang ngelihat anak2 pada main permainan tradisional… kbnyakan asyik dengan game yang ada dirumahnya masing2

  3. safri said

    umpat batakun, adakah lagi baisi artikel2 permainan asli Banjar. thk!

  4. h.achmad zaini said

    ass umpat mmbari pndapat bgaiman klo permainan khas banjar dlombakan ky balogo,bagasing dll. dwadah kami kira 2 tahunan na lalu ada lomba balogo antar kampung dgn hadiah sepeda motor lawan peserta banyak banar umpat tuha anum sampai kakanakan

  5. Adytia Riswan Effendy said

    Ngalih wahini mancari kanakan nang hakun main logo/balogo wan main kalikiran (kelereng), wahini jaman sarba canggih jadi kanakan main internet wan ditangan pakai HP Blackberry.
    Harap maklum bahasa banjar urang Tanjung, Kab. Tabalong, Kec. Muara Uya.

  6. Syarudin said

    alhamdulillah di hut SMAN 1 KELUMPANG HULU mengadakan lombat balogo khas banjar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: