Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Lamut

Posted by Anak Sultan pada Maret 1, 2007

Lamut merupakan salah satu kesenian tradisional Kalimantan Selatan. Kesenian Lamut yang hampir punah ini hampir sama dengan beberapa jenis kesenian di daerah lain, misalnya kesenian Cianjuran di Jawa Barat. Perbedaannya terdapat pada cara menyampaikan dan alat musik yang mengiringi. Kalau pada kesenian Cianjuran digunakan kecapi maka dalam Lamut digunakan alat musik terbang besar.

Kesenian ini dinamai Lamut atau Balamut berasal dari seorang tokoh yang berpengaruh dalam lingkungan kerajaan yang bernama Lamut.

Biasanya kesenian lamut ini diadakan karena ada nazar, misalnya keinginan untuk mendapatkan anak laki-laki kalau terkabul maka diselenggarakan kesenian Lamut. Selain nazar bisa juga sebagai pengiring acara khitanan, perkawinan, dan acara adat lainnya.

Pelaksanaan Lamut akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita dalam Lamut ini diberi julukan Palamutan. Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan dipangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), lamut.jpgdikelilingi oleh pendengarnya yang terdiri dari tua-muda laki-perempuan. Khusus untuk perempuan disediakan tempat di sebelah dinding tengah tadi.

Sebelum cerita Lamut dimulai disediakan dulu sesajen yang terdiri dari air kembang, air baboreh, kelapa muda, gula merah, dan ketan. Di samping itu harus ada perapen yang selalu mengepulkan kemenyan. Tujuannya agar jalannya cerita dalam pembawaan Lamut berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan apa-apa sampai berakhirnya acara.

Cerita Lamut kalau diceritakan dengan cara biasa tidaklah memakan waktu yang lama, cukup kira-kira 2 jam. Ceritanya pun sudah diketahui oleh orang banyak. Tetapi mengapa orang selalu ingin menonton dan mendengarkan Lamut? Ini adalah keahlian khusus dari Palamutan. Cerita Lamut dibawakan dengan lagu merdu dan iringan terbang yang indah. Tidak semua bagian cerita dilagukan, ada dialog-dialog tertentu dalam cerita kemudian diselingi oleh tabuhan terbang. Apalagi yang membawakan Lamut dua orang, akan terlihat sangat menarik saat dua Palamutan ini bersahut-sahutan. Pukulan terbang sering digunakan untuk menandai perpindahan bagian cerita dalam cerita untuk menunjukkan suasana perpindahan cerita atau penyisipan pesan-pesan tertentu dalam cerita.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

7 Tanggapan to “Lamut”

  1. alif mirza said

    assalamualaikum,
    anak sultan haraf dapat memuatkan penulisan berkenaan warian seni silat atau beladiri orang banjar, terima kasih

  2. ali said

    Ding, koreksilah. Nang ada di foto ini aksi pamadihinan Bapak Mat Nyarang dan istri (badiam di Sungai Lulut). Kalau palamatan maestronya Pak Raden Jamhar Akbar. Rumah sidin di Alalak.

    Salam lawan Abah.

    nah amun tasalah mohon maaf, ulun tahunya mangiau kai mat nyarang; kai lamut, satiap kali tatamu, kasian sidin wahini kada kawa bajalan lagi biasanya basepeda aja datang ka rumah mambawaakan abah tapai hehehe…mudahan ai banyak penerus sidin..kalau photo raden jamhar ulun kada baisian.

  3. ali said

    Kai lamut memang saat ini sedang sakit (stroke). Waktu menerima penghargaan seni tahun 2006 sidin datang ke acara berkursi roda. Adakah kepedulian kita kepada seniman-seniman tua yang berjasa?
    Ading bisa lihat foto Pak Raden Jamkar Akbar, 65 tahun, dengan mengklik: bubuhanbanjar-bakisah.blogspot.com.

  4. the black is out there said

    Kemarin pada saat selamatan peresmian organisasi, dihadirkan suguhan budaya banjar, seperti madihin, bakisah dan lamut. Uniknya lamut disini telah mengalami pergeseran yaitu tidak adanya sesajen ataupun pereapen sebelum acara.
    Satu bukti bahwa masyarakat banjar selain melestarikan budaya namun sisi Islami tetap dikedepankan.
    sayangnya, menurut kabar palamutan sekarang cuma tinggal 2 orang. semoga ada yang bisa meneruskannya. terus terang ulun serongan banyak kosa kata yang belum paham bahkan asing dalam kehidupan sehari-hari.

  5. nah ini jua sabuting kada tapi tadangar lagi, maka balamut ni rami banar tu pang kesahnya,ya kalo julak..??

  6. “selamat hari raya idul fitri” nag kaya apa adab urang bahari semoga diterangkan kaum nag anum maupun nag tuha mudahan kasultanan Banjar mangisahkan dan aruh ganal mangumpulkan urang banyak kada urang banua kita haja.

  7. bang gusti said

    handak pang baniat malastariakan nah, kira2 mun maundang kai jamhar tu adalah nang tahu brpan jar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: