Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Undang-Undang Sultan Adam -Perkara 2-

Posted by Anak Sultan pada Maret 2, 2007

Tiap-tiap tatoeha kampoeng koesoeroeh baoelah langgar soepaja didirikan mereka itoe sembahjang bardjoemaah pada tiap-tiap waktoe dengan sekalian anak boeahnja dan koesoeroeh mereka itoe membawai anak-anak boeahnja sembahjang berjoemaah dan sembahjang djoemaat pada tiap djoemaat lamoen ada njang anggan padahkan kajah diakoe

Dengan diundang-undangkannya perkara ini, maka tiap tetuha kampung diwajibkan untuk membuat sebuah langgar atau surau tempat didirikannya shalat berjamaah dan wajib bagi setiap warga kampung untuk mengikutinya termasuk shalat Jumat. Bagi mereka yang ingkar akan dilaporkan kepada sultan.

Perkara ini dapat menunjukkan bahwa saat itu syariat Islam sudah dijalankan dalam pemerintahan Sultan Adam. Campur tangan sultan dalam kewajiban shalat ini memang telah ada sejak zaman pemerintahan Sultan Tahmidillah bin Sultan Tamjidillah. Sanksi bagi mereka yang ingkar sangat berat, sampai pernah dipermasalahkan oleh Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: