Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Suku-Suku di Kerajaan Banjar

Posted by Anak Sultan pada Maret 8, 2007

Ketika Banjarmasin lahir di tahun 1526 yang merupakan lahirnya kerajaan Banjar, penduduknya adalah campuran dari unsur Melayu, Ngaju, Maanyan, Bukit, Jawa dan suku-suku kecil lainnya yang dipersatukan oleh agama Islam, berbahasa dan beradat istiadat Banjar. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya dengan inti pembentukan persatuan etnik lahir kelompok besar yaitu kelompok Banjar Kuala, kelompok Banjar Batang Banyu, dan Kelompok Banjar Pahuluan.

Kelompok Banjar Kuala tinggal di daerah Banjar Kuala sampai dengan Martapura, berasal dari kesatuan etnik Ngaju. Kelompok Banjar Batang Banyu tinggal di sepanjang Sungai Tabalong dari muaranya Sungai Barito sampai dengan Kalua, berasal dari kesatuan etnik Maanyan. Kelompok Banjar Pahuluan tinggal di kaki pegunungan Meratus dari Tanjung sampai Pleihari, berasal dari kesatuan etnik Bukit.

Suku lain yang tergolong penduduk asli Kalimantan Selatan, yaitu:

  1. Suku Maanyan, tinggal di daerah Warukin di Tabalong
  2. Suku Dayak Dusun Deah, tinggal di Pangelak, Upau, Kinarum, Kaong, Gunung Riut, Mangkupum, Haruai dan Muhara Uya di Tabalong
  3. Suku Bakumpai, tinggal di daerah Marabahan dan sekitarnya di Barito Kuala
  4. Suku Dayak Balangan, tinggal di Halong dan sekitarnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
  5. Suku Bukit, tinggal di sepanjang pegunungan Meratus
  6. Suku Abal, suku ini sudah punah dulunya tinggal di daerah Tabalong
  7. Suku Lawangan di kabupaten Tabalong

koreksi dari alamnirvana: no.4, berada di Kabupaten Balangan daerah pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara
Kemudian sebagai suku pendatang:

  1. Suku Jawa, di Tamban Barito Kuala
  2. Suku Madura, di Madurejo Pengaron Kabupaten Banjar
  3. Suku Bugis, di Pulau Laut dan sekitarnya di Kabupaten Kotabaru
  4. Suku Mandar, di Pulau Laut dan sekitarnya
  5. Suku Bajau, di Rampa Bajau Kotabaru
  6. Cina Parit, di Kabupaten Tanah Laut di Sungai Perit Pleihari
  7. Penduduk pendatang dari Sumatera, Ambon, dan lain-lain menyebar ke tiap daerah di Kalimantan Selatan.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

4 Tanggapan to “Suku-Suku di Kerajaan Banjar”

  1. Suku Dayak Balangan terdapat di kecamatan Halong kabupaten Balangan, kabupaten baru pemekaran dari Hulu Sungai Utara bukan Hulu Sungai Selatan. Dayak Balangan bagana di paling pahuluan sungai Balangan, suku ini mungkin masih keturunan suku Maanyan. Ulun suah pang ke kota kecamatan Halong maelangi kula abah nang mangawinakan anak, di sana kampung urang Banjar bahalat sebuah pasar awan kampung orang Dayak Balangan. Urang Banjar di Halong menyebutnya orang Dayak Balangan dengan sebutan Urang Dusun. Orang Dayak Balangan agamanya Kaharingan, Kristen dan Buddha. Ulun lihat di sana ada jua vihara, mungkin ada orang Dayak Balangan nang kawin mawin awan orang Cina, tahuwam. Bahasa Dayak Balangan babeda awan bahasa Banjar Hulu. Bahasa Banjar biar kaya apa ngalihnya logatnya pasti kawa dikenali sebagai Bahasa Banjar. Bahasa Banjar di sana bukan merupakan Bahasa campuran Dayak (Maanyan) dengan Bahasa Banjar Hulu.

    sip, alamnirvana, informasi terbaru nah tentang dayak balangan

  2. rakhman said

    Di kecamatan Halong kab. Balangan ada dua desa Dayak Dusun Deyah yaitu desa Liyu dan desa Gunung Riut, sedangkan desa-desa lainnya adalah desa-desa Dayak Dusun Halong/Balangan yang bahasanya mirip bahasa Maanyan. Sedangkan Dayak Deyah itu mirip dengan bahasa Paser.

  3. rakhman said

    Dayak Lawangan, Dayak Paser dan Dayak Deyah secara bahasa termasuk rumpun bahasa Lawangan (bagian Barito Timur). Dayak Bakumpai dan Dayak Ngaju secara bahasa termasuk rumpun bahasa Ngaju (bagian Barito Barat). Suku Bakumpai dapat dianggap keturunan dua suku yaitu suku Ngaju dan Banjar. Di Kalimantan Tengah juga ada suku Kumai yang sudah lama eksis yang bahasanya menyerupai bahasa Banjar. Suku Kumai tidak mengaku sebagai suku Banjar karena akan dianggap sebagai pendatang dari provinsi Kalimantan Selatan. Di dekat Banjarmasin ada suku Berangas Alalak yang berbicara bahasa campuran 70 prosen bahasa Banjar dan 30 prosen bahasa Ngaju Bakumpai. Suku Berangas ini dapat dianggap keturunan campuran suku Banjar dan suku Bakumpai. Sedangkan suku Bukit dan suku Banjar kedua-keduanya dianggap termasuk bahasa Melayik/Melayu Lokal. Di Kalimantan Tengah juga ada kelompok masyarakat yang mengaku kelompok Melayu Dayak yang beberapa waktu lalu sempat heboh karena ditolak oleh masyarakat Dayak karena katanya tidak ada suku yang seperti itu. Kelompok ini juga tidak mau mengaku sebagai orang Banjar karena akan dianggap sebagai pendatang dari provinsi Kalimantan Selatan, padahal mereka penduduk lokal Kalteng. Mungkin kelompok ini dapat disebut sebagai suku Banjar Kuala Sampit/Kotawaringin. Di Bontang Kuala Kaltim terdapat masyarakat keturunan suku campuran yang tidak mau mengaku sebagai keturunan salah satu suku sehingga mereka menyebut dirinya orang asli Bontang.

  4. rakhman said

    Di sentral budaya Dayak Maanyan di Barito Timur Kalteng terbagi 3 wilayah adat yaitu Paju 10, Paju 4, dan Banua 5 (d/h Paju Dime). Masyarakat adat Dayak Warukin kec. Tanta, kab. Tabalong termasuk dalam wilayah adat Dayak Maanyan Banua Lima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: