Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Perkawinan Adat Banjar : Tempat Bersanding

Posted by Anak Sultan pada Maret 19, 2007

Dalam struktur masyarakat feodal seperti kerajaan, tokoh penting atau orang besar akan mendapat porsi yang lebih terhormat dalam pelayanan sehari-hari. Misalnya raja akan disediakan singgasana megah dihiasi berbagai macam ornamen dan lambang kebesaran lainnya.

Pasangan Pengantin Banjar yang telah diberi gelar Raja Sahari sudah tentu pula mendapat fasilitas duduk bersanding di atas sebuah singgasana yang khusus dan indah. Secara umum tempat batatai (bersanding) dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Balai Patataian, atau sering disebut orang pelaminan. Bentuk berupa kerangka bangunan persegi empat dengan ukuran minimal: tinggi 2.5 m, lebar 2.5 m, panjang 2.0 m. Bagian depan dihias dengan ukiran motif Sasuluran (bunga-bungaan), sedangkan empat tiang penopang diberi ukiran atau dibungkus dengan kain kuning sedemikian rupa sehingga membentuk arti tersendiri dalam budaya Banjar. Di bagian depan atas ditempatkan ukiran sepasang Naga yang saling berhadapan sebagai perlambang keperkasaan dan keagungan. Untuk tiang penyangga depan dihias dengan ular lidi atau ular lulut sebagai lambang kecantikan dan kebijaksanaan. Bagian tempat duduk patataian dibuat bertingkat dua (dadampar) yang dihiasi dengan kain satin atau bahan lainnya yang berwarna kuning.petataian.jpg
  2. Geta Kencana atau Geta Peraduan berbentuk seperti tempat beradu/tempat tidur sebagai tempat tidur yang bertiang ukir dengan dipan yang rendah. Kasurnya berbentuk batumpang tinggi dengan posisi bubungan kelambu yang digantung.geta-kencana.jpg
  3. Balai Laki, jenis tempat bersanding yang dibuat di luar rumah dan umumnya dibangun di tepi jalan raya sebagai tempat bersanding mempelai sebelum memasuki rumah. Bentuknya menyerupai panggung atau pentas dengan ketinggian sekitar 2 meter dan lebar 3 meter. Balai laki ini memungkinkan masyarakat luas untuk melihat pasangan pengantin sambil menyaksikan atraksi kesenian yang mengiringi pesta perkawinan.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia!

5 Tanggapan to “Perkawinan Adat Banjar : Tempat Bersanding”

  1. ..:X W O M A N:.. said

    Pengantin benar-benar menjadi raja ya!
    Apa sampai sekarang tiap warga Banjar masih menggunakannya (baca:melestarikannya)?

    ya, hiasan/dekorasi dan bentuk petataian serta geta kencana masih dipakai sampai sekarang. apalagi ditambah salon-salon rias pengantin yang berlomba-lomba menampilkan bentuk kreasi dari hasil karya mereka sehingga mempercantik tampilan tempat persandingan pengantin Banjar. ada juga bentuk dari campuran tradisional dan modern tetapi tetap memakai acuan dari bentuk tradisional yang ada.

  2. Mohammad Reza Noor Antemas said

    Kalau kita mau nikah pakai adat Banjar apakah di jakarta atau bandung ada yg bisa? (tata rias dan perlengkapan2 lainnya)

  3. yani said

    semoga budaya banjar lenggang sepanjang masa.mari kita cintai dan lestarikan budaya banjar

  4. fadly cool said

    perkawinan orang banjar istemewa banar, rame laaahh….
    banyak rang banjar wahini kawinan di adat nya bacampur lawan adat barat, alasannya karena modern…
    rasa kada nyaman lagi di liat, ya loo…
    lestarikan lah budaya banjar …..

  5. betul sekali, dimana2 pernikahan acara adat itu adalah sesuatu yg menyenangkan untuk dilihat, apalagi jika dikonsep dengan baik dan terorganisasi, pasti bukan sekedar acara pernikahan biasa, namun sudah merupakan suatu pertunjukan. kini saat seseorang hadir di acara pernikahan bukan untuk memenuhi undangan anda saja, atau makan siang/malam, namun harus ada keinginan untuk membuat seseorang menghadiri acara pernikahan kita karena ada sesuatu yang menarik untuk dilihat dan dapat menghibur hati. Maukah kita?

    Lihat contoh video ini, cukup bagus lho acara adat banjarnya! Mantaps videonya!!!
    KLIK DISINI :
    http://www.facebook.com/video/video.php?v=123811957677906

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: