Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Adab Mencari Intan di Tanah Banjar

Posted by Anak Sultan pada Maret 22, 2007

Intan, kata untuk melambangkan gengsi tertinggi bagi para pencinta perhiasan. Bermilyar-milyar rupiah tiap tahunnya uang dibelanjakan orang seluruh dunia untuk memiliki benda satu ini. Di daerah Kalimantan Selatan, Kabupaten Banjar, disinilah intan berada tapi tidak semua orang memiliki kemampuan mendapatkannya. Intan di tanah Banjar adalah hal gaib penuh mistis dan berbagai aturan yang ketat untuk bisa mendapatkannya.

Entah kenapa intan mungkin merupakan satu-satunya hasil bumi tanah Banjar yang tidak bisa dijamah oleh orang asing. Minyak bumi, batu bara, batu besi, emas, dan lainnya bisa saja dengan mudah ditambang, asal dengan alat modern maka hasilnya akan banyak. Tetapi intan tidak semudah itu bisa ‘dijemput’ dari singgasananya di dalam perut bumi.

Pada tahun 1960 – 1970, di Kabupaten Banjar pernah dibuka usaha pertambangan modern dengan pelaksana PT. Aneka Tambang. Lahan garapannya mencapai wilayah 2 kecamatan, sebagaimana pertambangan modern alat yang dipakai adalah alat berat dan mesin-mesin bertenaga raksasa sampai keterlibatan tenaga ahli pertambangan dari luar negeri serta karyawan yang banyak. Tapi hasilnya tidak sebanding dengan modal yang dikucurkan padahal cukup dapat beberapa butir intan saja maka modal pasti balik. Nyatanya selama sepuluh tahun itu tidak pernah mendapatkan hasil memuaskan akhirnya usaha negara ini ditutup dengan kesimpulan wilayahnya tidak layak tambang.

Berbeda dengan masyarakat Banjar yang mendulang disana, dari dulu sampai sekarang mereka masih bisa menemukan beberapa intan dalam setahun cukup untuk membeli rumah dan tanah bahkan beberapa kali pergi haji.  Memang kenyataan yang mengherankan tetapi nyata terjadi, bagi orang pendulangan mencari intan penuh dengan adab-adab yang harus mereka patuhi agar tidak terkena pamali yang mengakibatkan intan lari ke dalam perut bumi. Berikut beberapa aturan pokok yang harus ditaati saat mencari intan di tanah Banjar:

  1. DILARANG, bakacak pinggang (bertolak pinggang), mahambin tangan (jari-jari tangan direkatkan lalu diletakkan di leher seperti bantal), bersiul, dan perbuatan tak senonoh lainnya. Hal ini akan dianggap bentuk kesombongan dan tinggi hati terhadap intan yang akan dijemput.
  2. DILARANG, mengucapkan kata-kata kotor dan ada istilah-istilah tertentu yang harus diganti, misalnya saat menemukan ular di dalam lubang pendulangan maka penyebutannya diganti ‘akar’, kalau bertemu babi hutan maka diganti ‘du-ur’. Saat memasuki lubang pendulangan tidak boleh menyebut kata ‘turun’ meskipun kenyataannya gerakan tersebut turun tetapi harus disebut ‘naik/menaiki’. Ini berhubungan dengan kepercayaan bahwa intan memiliki kekuatan untuk menghindari buruan, istilah ‘naik’ dipakai agar intan mau naik ke permukaan bila intan mendengar kata ‘turun’ maka intan akan kembali masuk Bumi.  Kemudian tidak boleh juga menyebutkan kata ‘jauhkan’ tapi diganti dengan kata parakakan yang berarti tolong dekatkan. Untuk kata ‘makan’ diganti dengan ‘batirak’ atau ‘bamuat’ sebab kata ‘makan’ mengandung pengertian yang sadis seperti binatang memakan binatang lainnya. Hal ini semua dilakukan sebab intan akan menjauhi orang yang berkata tidak sopan.
  3. SAMA SEKALI TIDAK BOLEH menyebut intan dengan sebutan ‘intan’ tetapi HARUS diganti ‘GALUH’ (panggilan kesayangan untuk anak perempuan Banjar). Ini berdasarkan kepercayaan bahwa intan adalah benda yang memiliki kekuatan dan bernyawa sehingga harus mendapat panggilan yang terhormat dan mesra setara dengan sebutan anak kesayangan atau puteri raja. Seringkali ada pendulang yang tidak sengaja menyebut ‘intan’ saat mendapatkan tiba-tiba intan tersebut menghilang atau berganti menjadi batu lain.
  4. TIDAK BOLEH wanita yang sedang haid mendekat di lokasi pendulangan sebab si Galuh sangat membenci orang yang dianggap ‘kotor’ dan selama masih ada wanita yang haid Galuh tidak mau datang.

dulang.jpg

Selain itu ada istilah yang tidak boleh diucapkan yaitu ‘padi/beras/banih’ harus diganti dengan kata ‘biji’, hal ini akibat SUMPAH yang diucapkan intan kepada manusia akibat sakit hatinya intan terhadap perlakuan manusia kepadanya. Konon sumpah ini yang menyebabkan intan di tanah Banjar begitu sulit dicari sampai ke dalam perut Bumi.

Demikian hal tabu yang harus dihindari bagi orang yang ingin mengadu nasib mencari si Galuh di tanah Sultan, tanahnya urang Banjar.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia ! 

21 Tanggapan to “Adab Mencari Intan di Tanah Banjar”

  1. alief said

    Jadi ingat film blood diamond, mencari intan memang harus penuh perjuangan, kalo di banjar harus ngikuti adat, kalo di film itu harus melawan pemberontak…

    memang penuh perjuangan, sama-sama menantang maut lagi..tiap tahunnya ada saja pendulang intan yang mati karena keruntuhan lubang dulangan belum lagi penyakit malaria, ada juga yang gila/hilang ingatan karena frustasi tidak pernah dapat intan, yang pernah dapat intan tapi serakah jadi berselisih karena hasil pembagian akhirnya uangnya habis tidak karuan.

  2. peyek said

    wuih sulit betul pak, tapi ada baiknya juga, biar orang-orang mau menjujung nilai adat yang baik.

    ya betul, supaya orang tidak seenaknya menambang hasil bumi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan

  3. kira2 kalau dinalar itu ada hubungannya apa gak yah… tentang larangan2 itu. jadi semesti aneh… klenik banget gitu. apa sugesti saja yah ?

    saya kurang tahu juga pak, mungkin supaya para pendulang tahu diri jangan sombong, tapi kalau nyebut intan tidak diganti ‘galuh’ menurut orang sana memang pernah kejadian intannya malah hilang. mengenai perempuan haid mungkin pengaruh dari ajaran Islam yang menyuruh wanita untuk bersih dulu sebelum beribadah.

    • puryoto said

      maaf pak Helg,klo anda bilang KLENIK…tes aja ke sini ke daerah banjar/cempaka.maka anda akan mengerti apa sejatinya……..INTAN…dan kaitan dgn alam

  4. Amd said

    Salam kenal, Aa..
    Boleh nambahin? Selain itu rasanya tidak boleh makan-makanan seperti sate dan tapai (tape), karena galuh tidak suka makanan yang “busuk”..
    Saya punya artikel terkait tambang galuh di Suara Alam terbitan 1989 nih.
    Oh iya, kalau bisa diceritakan juga dong tentang penemuan intan Tri Sakti yang ratusan karat itu. Kabarnya para penemunya malahan banyak yang masih di bawah taraf hidup layak, sementara intannya sendiri raib entah di mana sekarang.

    Salam kenal, kalau makanan yang kesannya ‘busuk’ memang dihindari oleh para pendulang sebagai penghormatan kepada galuh, cerita penemuan tri sakti mudah-mudah bisa saya posting masih mengumpulkan bahan🙂 promosikan pang budaya banjar kita kepada kawan-kawan yang lain, supaya kita nang lahir di banjar ini kada supan lawan daerah lain. rancaki aja kamari lah hehehe

  5. deka said

    Coba Insya Allah saya akan meditasi dimana keberadaan Intan Trisakti..semoga ada petunjuk, itu mungkin merupakan kebanggaan Masyarakat Banjar..wah indah kalau ketemu..semoga..seperti Film blood diamond..penuh perjuangan di afrika sana untuk mendapatkan berlian heart pink…para pendulang Intan Trisakti juga pasti penuh perjuangan..tetap semangat

    duit yang didapat dari intan memang panas, habisnya tidak karuan, itu sebabnya penambang intan tingkat kehidupannya masih tidak menentu. selain faktor mental (tidak bisa memanfaatkan uang) tentunya.

  6. deka said

    Intan trisakti..masih ada, kilauannya benar2 bagus tersimpan di kotak kaca dengan lapisan kain satin berwarna biru dan ada orang bernama LIN ( semoga ajah hasil meditasi ini tidak bohong yah )dan terus terang saya tidak tahu apa arti meditasi ini ( mungkin karena Usia masih muda atau hanya godaan syetan, mohon maaf kalau salah, terima kasih )tetap semangat banjar…..Bravo..salam hangat buat para penambang Intan…semoga ada Intan2 Trisakti yang lain…dikemudian hari.

  7. […] Adab mencari Intan di tanah banjar Adab Mencari Intan di Tanah Banjar […]

  8. yudo said

    tahayul bit’ah khurofat kl Alloh belum mau memberi rejeki sampai mampus elu ikutin peraturan khurofat itu tetap aja kaga dapat

    • hanif said

      Kalau bit’ah maaf kami belum sempat belajar pa ustadz. Tetapi kalau but’ah atau butah kami tau yaitu wadah dari anyaman rotan yang digunakan untuk mengangkut hasil hutan di tanah adat kami.

  9. Bidak said

    Dari dulu saya penasaran, dimana keberadaan Intan Trisakti sekarang ini? Menurut koran yg pernah saya baca dulu, intan tsb. diambil dan diserahkan kepada Soekarno. Padahal para penambangnya ingin sekali menyerahkan langsung intan tsb. kepada Soekarno. Apa mungkin, Ibu Megawati mengetahui keberadaan intan tsb.? Mungkinkah intan tsb. ada di tangan kolektor dari Cina? Mengingat hubungan erat Indonesia dgn negeri tirai bambu itu. Lalu kenapa Pemerintah tidak berusaha melacak keberadaannya? Menangkap Edi Tansil dan buy back Indosat saja tidak sanggup, apalagi melacak Intan Trisakti. Oh… Indonesia ku!

  10. Mawar99 said

    Banyak orang yang mengaku-ngaku Nasionalis. Merasa dirinya paling Nasionalis. Tapi tidak peduli dengan peninggalan sejarah, kekayaan alam dan aset bangsa! Intan Trisakti mesti kita miliki kembali! (Mawar99, Banjarmasin, Kalsel)

  11. Rima H. said

    Konon dulu ada salah satu batu permata penghias mahkota Kerajaan Inggris yg sejak pertama kali ditemukan membawa sial orang yg memilikinya. Mungkin intan Trisakti seperti itu juga! Dijadikan hiasan tongkat komando Soekarno. Terus terjadi Pemberontakan G30S/PKI. Kekacauan dimana-mana. Lenyap deh intannya! Supersemar yg berupa lembaran kertas saja bisa raib, apalagi intan Trisakti. Mungkin Pak Harto & Klan Cendana yg tahu keberadaannya. Jadi ingat film National Treasure! Punya enggak gambar intan Trisakti? Jika punya, kirimkan ke email Rima ya!

  12. feri said

    sama tuh dari dulu sampe sekarang saya belum pernah lihat gambar intan trisakti……bagi penemunya smoga diberi kekuatan dan keiklasan. karena tidak setimpalnya nilai yang diperoleh. semoga pencari tetap smangat deh…supaya dapat intan yang gede2 yah….

  13. ida wati said

    iya banaray……mun ulun handalnya galuh salawasan lawan ulun……

  14. Michael Theophile Hubert Perelaer (1831-1901) seorang opsir Belanda yang ikut dalam Perang Banjarmasin (1859) kemudian diangkat sebagai Civiel Gezaghebber di Groote en Kleine Dayak
    (sekarang Kalimantan Tengah)menulis sebuah kisah berjudul Borneo van Zuid naar Noord dan disadur dalam sebuah roman Desersi, Menembus Rimba Raya Kalimantan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada 2006. Sebuah kisah petualangan a’la Old Shatterhand nya Karl May. Penuh detail tentang kondisi pulau Kalimantan pada masa itu (1860-1879). Dikisahkan juga didalamnya mengenai penemuan “galuh” setelah bekerja sama dengan suku Dayak pedalaman. Adakah intan diseluruh tanah Borneo? Ataukah hanya ditemukan didaerah suku Banjar saja? Sebuah misteri hingga kini, adakah hubungan antara etnis Banjar dan Dayak? Dan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai pulau terbesar di Nusantara itu padahal hutan yang melindunginya tersisa tinggal sedikit hari ini. Blog ini diharapkan bisa jelaskan semua ketidakjelasan itu. Semoga ! Terus terang , buku diatas menarik perhatian saya untuk bisa lebih dalam menggali keberagaman budaya yang ada di sana.

  15. bolehkah beberapa bahan dan komentar dari blog saya ambil sebagian dan saya pelajari untuk dijadikan refrensi dan memnyusunnya menjadi satu karya berbentuk novel?

  16. andi said

    smuanya itu tidak lh benar, sya juga pendulang intan di sungai kuatan, smua pntangan itu tidak pernh sya lakukan, dan sllu sya langgar, tpi nytanya saya tetp dpat intan dan sya bisa bwa plang rezeky,,,,,,,,

  17. icky said

    perlu dketahui sebenarnya intan yg ada ddaerah banjar memang berbau ghaib, pd dsar x intan yg susah ddapat karna ada campur tangan org ghaib.. ketika mendapatkn intan harus segera diletakkn dimulut agar org ghaib tidak bisa mengambil x kembali, dan kalau tjatuh ketanah mka intan itu akan hilang karna diambil org ghaib..
    itulah mengapa intan sangat bbau mistis di tanah banjar, karna pd dsar x intan itu juga disenangi makhluk ghaib, dan kebanyakn org banjar yg akan mendulang intan akan melakukan slamatan/syukuran untuk membuka tanah yg akan didulang shingga dpt ijin dr yg maha kuasa & ijin dri org ghaib jg.. seperti mau btandang kerumah org, hrs tau adat btamu hhhee
    dan yg pling penting intan dri tanah banjar adalah intan dgn kualitas no 1 didunia, yg kedua adalah afrika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: