Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Balai Patataian

Posted by Anak Sultan pada Maret 25, 2007

Pada tulisan yang lalu sudah disinggung sedikit mengenai salah satu bagian dari tempat bersanding perkawinan adat Banjar. Berikut ini beberapa detail penting yang menyertai bentuk balai patataian untuk pengantin Banjar yang disunting dari buku terbitan Lembaga Budaya Banjar mengenai Perkawinan Adat Banjar.

BENTUK

  • Berupa kerangka bangunan segi empat dengan ukuran minimal
    – tinggi : 2,5 meter
    – lebar : 2,5 meter
    – panjang : 2,0 meter
  • Bagian depan atas dihias dengan ukiran motif bunga-bungaan atau sasuluran, sedangkan 4 (empat) tiang penopang juga diberi ukiran atau dibungkus dengan kain kuning sedemikian rupa sehingga membentuk manisan yang mempunyai arti tersendiri dalam budaya Banjar
  • Di bagian depan atas (di atas papan ukiran bunga) ditempatkan ukiran sepasang Naga yang saling berhadapan sebagai perlambang keperkasaan dan keagungan.
  • Pada tiang penyangga bagian depan masing-masing dihias oleh Ular Lidi atau Ular Lulut sebagai perlambang kecantikan/keindahan dan kebijaksanaan.
  • Untuk tempat duduk di dalam balai patataian dibuat tempat duduk bertingkat dua (dadampar) yang dilapisis kain satin atau bahan lainnya yang berwarna kuning.

PENEMPATAN BALAI

Balai patataian ditempatkan di ruang tengah / ruang tamu rumah mempelai wanita atau ruangan lain dalam rumah yang dianggap pantas.

PERLENGKAPAN BALAI HIAS

  • Latar belakang tempat duduk mempelai berupa Dinding Air Guci dengan motif pilihan:
    – Bunga Teratai
    – Kembang Setaman
    – Kangkung Kaombakan
    masing-masing dengan hias keliling Pucuk Rabung, sebagai bingkainya berupa kain polos vertikal (babatis) dan kain polos horizontal (bapapan)
  • Lalangitan/bubungan (plafon) balai berupa kain kuning dengan motif Pancar Matahari dan atau motif kaligrafi nama ALLAH
  • Di bawah ukiran kayu, pada bagian samping kiri dan kanan dihias dengan Tabir Higa, sedang bagian depan dihias dengan Tabir Wawancuhan (kain hias berbentuk sendok nasi/wancuh)
  • Di bawah Tabir Wawancuhan digantungkan hiasan Buah Katu
  • Di bawah hiasan Tabir Higa pada sisi kanan-kiri balai dihias dengan jalinan kain aneka warna yang membentuk sebuah jala (biasanya antara 5-7 warna) dan disebut dengan istilah Tangga Bidadari atau Tali Gapu
  • Sebagai sandaran tempat duduk mempelai ditempatkan bantal yang disulam hias
    – baris horizontal : 2 – 5 bantal
    – baris vertikal : 2 – 3 bantal
    bantal-bantal ini disebut Tatumpangan yang masing-masing kelompok bantal diikat dengan selempang hias
  • Di bagian belakang susunan bantal ditancapkan Gagunungan atau disebut juga dengan istilah Pucuk antara 1 -3 buah sesuai keserasian jumlah susunan bantal secara vertikal
  • Pada bagian tempat duduk mempelai yang bertingkat dua tersebut, bagian atas dihias dengan hiasan Tepi Bawah (biasanya dengan motif Pucuk Rabung, Sasuluran, atau Kangkung Kaombakan)

PERLENGKAPAN UPACARA ADAT

  • Perangkat makan sirih (panginangan, paludahan/pakucuran)
  • Perangkat air minum (air putih dalam teko dan 2 (dua ) buah gelas/cangkir)
  • Peralatan Batapung Tawar (Tatungkal) yang merupakan campuran air bunga, minyak wangi, dan minyak likat baboreh
  • Nasi Hadap-Hadap

HIASAN LAIN

  • Rumpun Kambang Sarai (terbuat dari kertas warna-warni)
  • Pelbagai rangkaian Janur Banjar, khususnya bentuk Halilipan/Kelabang
  • Kembang Banjar (Kambang Barenteng, Bogam Baronce, dan Kambang Rampai)

Dalam menyajikan warna hiasan pada tata busana maupun warna kain lainnya sangat ditabukan untuk memakai warna hitam.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: