Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Undang-Undang Sultan Adam – Perkara 6 –

Posted by Anak Sultan pada Maret 25, 2007

Perkara 6

Mana-mana perempuan jang hendak minta pasahkan nikahnja lawan lakinja maka hakim koesoeroeh mamariksa apa-apa ekral bini-bini itoe padahakan kajah diakoe

Dikeluarkannya undang-undang perkara 6 ini masih mengatur tentang perkawinan rakyat kerajaan Banjar. Pasal ini mempunyai maksud apabila ada seorang perempuan yang sudah menikah dan suaminya masih hidup akan tetapi ingin membatalkan pernikahannya itu, maka sultan memerintahkan agar hakim menyelidiki terlebih dahulu masalah yang melatarbelakangi perbuatan perempuan tersebut.

Pasal ini mengandung keadilan bagi semua pihak, laki-laki maupun perempuan serta sikap sultan yang tidak ingin memudahkan masalah perceraian karena dalam Islam sangat dianjurkan untuk melakukan rujuk terlebih dahulu. Setelah masalah yang melatarbelakanginya jelas diselidiki oleh hakim maka akan dilaporkan kepada sultan.

3 Tanggapan to “Undang-Undang Sultan Adam – Perkara 6 –”

  1. Hm, bagaimana kalau yang suami mau pisah? Apakah ada juga UU Perkara khusus?

    untuk kasus suami yang mau pisah, tidak diadakan aturan khusus sebab saat itu kerajaan banjar menganut hukum islam, dalam hukum pernikahan islam perceraian memang terletak pada ucapan suami/talak. tapi untuk kasusnya tetap harus melalui keputusan hakim/mufti kerajaan.

  2. Kalau membaca tulisan-tulisan anda, saya berkesan, bahwa pemikiran dan cara hidup tradisionil dari masyarakat Banjar masih kuat sekali. Dan menurut pengertian saya kebudayaan tradisionil Banjar (quasi kebudayaan tradisionil suku-suku Dayak) mengandung unsur-unsur kepercayaan nenek-moyang yang mendalam, katakanlah: mengandung unsur-unsur agama tradisionil (atau yang biasanya disebut “animisme”).
    Setahu saya hal ini ditolak oleh Islam.
    masalah ini juga dihadapi oleh pengikut kejawen di Jawa Tengan dan Jawa Timur (di Jawa Barat ada juga, tetapi namanya saya kurang tahu).
    Bagaimana kaum kerajaan Banjar bisa menempatkan kedua tumpuan ini di bawah satu atap?

    Satu lagi: apakah Kepercayaan para suku dayak itu yang disebut kaharingan?
    terima kasih sebelumnya dan salam dari Jerman.

    ya memang terjadi percampuran yang sangat kuat antara tradisi Melayu dengan Dayak di kebudayaan Banjar. Dulu orang Dayak mengidentikkan orang Melayu sebagai orang Islam, sehingga bila ada orang Dayak yang masuk Islam disebut mereka masuk Melayu.
    Saat Islam masuk ke kerajaan Banjar, kebudayaan yang telah dulu ada (Hindu, Kaharingan) masih mempengaruhi kepercayaan masyarakat. ini bisa dilihat dari upacara adat yang memakai adat lama dengan campuran doa-doa dari agama Islam. mungkin hal ini yang menyebabkan dua kebudayaan ini saat itu bisa bersatu (yang satu memakai yang lain). Tetapi saat ini sudah ada pemisahan antara adat dengan agama, sudah ada kampanye dari ulama Islam untuk memisahkan antara upacara adat dengan ritual agama. Hal ini tidak menimbulkan masalah, bagi yang ingin melaksanakan adatnya tetap bisa melakukannya cuma intensitasnya yang berkurang.
    Kepercayaan Kaharingan memang kepercayaan asli suku Dayak. Mereka percaya pada kekuatan leluhur, kekuatan alam, dan benda lainnya. Sampai saat ini masih banyak orang Dayak yang memegang teguh kepercayaan ini. Di daerah Kalimantan Selatan bisa ditemui di daerah sepanjang pegunungan Meratus.
    Terima kasih juga🙂 sering-sering kesini ya, kalau kurang jelas bisa ditanyakan lagi.

  3. panca said

    Adik (ipar) saya (wong jawi) mau menikah dengan wanita banjar. Kami tidak tahu budaya atau tatacara pernikahan adat Banjar, sempat bingung bagaimana tatacara penyerahan jujuran. Apa dapat dijelaskan susunan lengkap acara nikahan adat Banjar dan hal-hal yang perlu menjadi perhatian? Kami sekarang di samarinda, Terimakasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: