Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Balai Laki

Posted by Anak Sultan pada April 20, 2007

Tempat bersanding pengantin Banjar berikutnya yang akan dibahas disini adalah Balai Laki.

Bentuk

  • Menyerupai panggung atau pentas dengan ketinggian sekitar 2 m dan lebarnya sekitar 2 – 3 m.
  • Bahan bangunan yang digunakan sebagai tiang adalah batang Pinang ataupun bahan kayu lainnya yang cukup kuat menahan beban 4-6 orang.
  • Bagian atas panggung digunakan sebagai tempat duduk yang memanjang untuk tempat duduk pasangan mempelai serta pendamping mempelai dan petugas upacara

Penempatan Balai

Balai dibangun di tepi jalan raya atau tempat lain dimana memungkinkan masyarakat dapat berkumpul untuk menyaksikan penampilan pasangan mempelai serta menampilkan atraksi kesenian sejak awal menyertai kegiatan ini.

Perlengkapan Hias Balai

  • Tempat duduk mempelai dihias megah
  • Bubungan atau atap pelindung dari teriknya matahari yang memancar, karena umumnya upacara bersanding di balai laki diselenggarakan menjelang tengah hari sekitar pukul 11.00 – 13.00
  • Tabir air guci, hiasan kain aneka warna yang menambah megahnya Balai Laki.

Hiasan Pelengkap

  • Di sekitar balai laki dihias dengan janur daun pucuk kelapa atau pucuk enau
  • Pada beberapa daerah tertentu menggunakan umbul-umbul yang terbuat dari kain sarung wanita yang disusun dan direntang ke segala penjuru sebagai layaknya bendera isyarat yang digunakan di kapal samudera pada hari-hari besar. Konon dulu jika yang mengadakan acara perkawinan adalah orang kaya maka sarung yang jadi umbul-umbul itu akan dibagi-bagikan.
  • Setelah selesai upacara balai laki tidak segera dibongkar, tetapi tetap dibiarkan mungkin akan digunakan lagi seandainya ada keluarga/tetangga yang akan menyelenggarakan upacara serupa.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

6 Tanggapan to “Balai Laki”

  1. peyek said

    perlengkapan pengantin banjar banyak banget pak, wah nggak mampu bagi yg berkantong tipis buat menyunting cewek banjar nih he…he…he….

    hehehe ngga juga pak, biasanya di kampung berbagai acara keramaian dan hiasan-hiasan hasil sumbangan dari warga sekitar dan keluarga, jadi tidak semua beban ditanggung keluarga mempelai.

  2. yOGA said

    ada fotonya gak bang….

    di banjarmasin sekarang orang jarang bersanding di muka jalan, kebanyakan dalam gedung atau rumah saja, mungkin nanti ada photo dari arsip-arsip lama.

  3. alie khadafi said

    saya reporter surat sahabat Trans TV, saya ingin membuat liputan di Banjarmasin. kalau ada info sebuah desa di Banjarmasin yang masih kental dengan budayanya, terutama kegiatan yang berhubungan dengan anak-anak. contohnya permainan tradisional, kegiatan anak seperti menangkap hewan, membuat makanan banjar, dan semua yang menarik tentang Banjar maupun anak-anak di sana. saya mohon informasinya. thanx! CP: 08177 94 364

  4. ulun anak banjar tapi kada tahu basurah banjar…. ulun handak balajar bahasa banjar… ulun kada mahu urang ejek karana kada tahu basurah banjar…. ini email ulun kalu ada pean-pian mahu mangajar ulun bahasa banjar… gazette_japan_emo@yahoo.com… ulun anak katurunan banjar di malaysia….

    • Recky Fernando said

      Wajib banar dansanak ae kita balajar bahasa banjar,,itu pnk pamarsatu budaya kita,,walaupun kita tapisah tang kampung halaman,,tpi kta kd buleh kd ingat lawan budaya kita di kampung…

  5. Recky Fernando said

    Hidup budaya banjar ku tercinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: