Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Syair Sejarah Negara Dipa – 2 –

Posted by Anak Sultan pada Juni 29, 2015

2

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Saudagar Mangkubumi sudah berumur tua dan tidak bisa melawan hukum alam, akhirnya jatuh sakitlah beliau. Dalam keadaan sakit ini beliau memanggil seluruh keluarga untuk mendengarkan wasiat yang kelak akan dilaksanakan oleh para penerusnya.
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Karena sudah keadaan
Sakitlah Mangkubumi yang dipertuan
Hamba sahaya semua bersedih menaruh kasihan
Kemudian semua sanak famili dikumpulkan

Saudagar Mangkubumi yang dipertuan
Sakitnya bertambah tidak tertahan
Selalu dijaga seluruh handai taulan
Dari hari berganti bulan

Setelah Mangkubumi merasa tidak kuat bertahan
Saatnya dunia yang  fana harus ditinggalkan
Nafas terengah air mata mengalir perlahan
Lemah tak berdaya sekujur badan

Empu Jatmika dan kedua putranya
Duduk bersimpuh bersama ibunya
Membelai mencium tangan ayahanda
Duduk terpekur membaca doa

Lalu berkata Mangkubumi tercinta
Meninggalkan amanat kepada anakda
Hadirin mendengar dengan hikmatnya
Diterimalah wasiat oleh anak cucunya

Adapun amanat yang ditinggalkannya
Kepada anaknya Empu Jatmika
Tersusun bunyi kata-katanya
Harus kerjakan diingat pula

Wahai anakku Empu Jatmika
Serta cucuku Empu Mandastana
Lambung Mangkurat duduk beserta
Sira Manguntur dan neneknya Sitira

Jika aku sudah tak ada lagi
Meninggalkan dunia yang fana ini
Pertama-tama jagalah diri
Martabat keluarga dijunjung tinggi

Kedua pula janganlah kikir
Bersikaplah adil tak boleh mungkir
Hormatilah pula setiap orang pakir
Setiap tindakan harus dipikir
– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Mangkubumi merasa dia akan segera meninggalkan dunia fana, dengan kekuatan yang tersisa berwasiatlah dia dengan tiga wasiat yang salah satunya akan menentukan sejarah dari sebuah kerajaan besar di suatu tempat yang penuh dengan kekayaan alam.
– – – – – – – – – – – – – – – – –  – – – – – – – – –  –

Selain itu sebagai ketiga
Sesudah aku meninggalkan dunia
Hendaklah turut dan kerjakan segera
Pergilah anakda dari negeri kita

Sebabnya itu wahai anakku tersayang
Di negeri Keling negeri kita sekarang
Banyaklah orang sebagai penghalang
Yang iri dengki selalu datang

Karena aku wahai anakda
Adalah orang yang kaya raya
Arif pula dan bijaksana
Lembaga adat dan tata kerama

Itulah sebabnya dengarkan petuahku
Memberi amanat kepada anakku
Tinggalkan negeri cari yang baru
Tandanya bertanah panas harum berbau

(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: