Kerajaan Banjar Virtual

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia

Archive for the ‘Event Budaya’ Category

Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007

Posted by Anak Sultan pada April 29, 2007

Dalam dokumentasi budaya Banjar memang ditemukan sedikit mengenai sastra tertulis dalam bahasa Banjar. Entah mengapa pendokumentasian karya-karya dalam bahasa Banjar agak sulit untuk dikumpulkan. Sebagai upaya untuk memperkaya dan pelestarian budaya serta meningkatkan apresiasi tentang bahasa Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalsel, melalui Sub Din Bina Kesenian mengadakan Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007.

Menurut Kasubdin Bina Kesenian Disbudpar Kalsel, Drs. H. Syarifuddin R, lomba ini bertujuan memberikan motivasi kepada masyarakat menuangkan kemampuannya berbahasa Banjar. (Banjarmasin Post, 27/04/2007). Peserta lomba terbuka bagi siapa saja dan dimana saja.

Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya kepada panitia. Karya yang dilombakan paling lambat diterima panitia pada tanggal 31 Mei mendatang. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2007.

Khusus dewan juri, terdiri dari seniman sastra Banjar, Lembaga Budaya Banjar, serta praktisi atau budayawan Banjar. Juara akan mendapat tanda kasih berupa uang tunai, tropi, dan piagam penghargaan.

Syarat Cerpen yang dilombakan:

  • Berbahasa Banjar
  • Tema bebas, tidak bertentangan hukum
  • Jumlah karakter antara 4000 – 8000 karakter
  • Minimal 5 halaman dan maksimal 8 halaman folio
  • Diketik 1,5 spasi
  • Belum pernah dipublikasikan di media mana pun
  • Bukan terjemahan

Penilaian:

  • Orisinalitas ide
  • Nilai sosial budaya lokal
  • Teknik bercerita
  • Bahasa jelas, makna dan penulisan mudah ditangkap pembaca
  • Memakai bahasa Banjar Hulu dan Kuala yang tepat dan baik.

Kelengkapan Peserta Menyertakan:

  • Nama dan alamat lengkap
  • Photocopy kartu pengenal yang masih berlaku
  • Nomor telepon atau handphone yang bisa dihubungi

Alamat Panitia Lomba Penulisan Cerpen Bahasa Banjar 2007 : Taman Budaya Propinsi Kalsel, Jl.Brigjen Hassan Basry No.2/43 Kayutangi Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123. Telpon 3304735.

Bagi yang belum jelas, ingin mengetahui informasi lebih lengkap bisa kirimkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah postingan ini. Pertanyaan kalian akan langsung disampaikan ke Bapak Drs.H. Syarifuddin R. Jawabannya akan dibalas langsung di kolom komentar juga.

Ayo bagi para penulis di seluruh jagad yang jago membuat cerpen, tunjukkan kehebatan kalian dalam lomba menulis cerpen bahasa Banjar. Rugi lamunnya kada umpat. Ingat batasnya 31 Mei 2007

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Posted in Event Budaya | 5 Comments »

Tim Kesenian Kalsel ke Malaysia

Posted by Anak Sultan pada April 6, 2007

Pada hari Senin tanggal 9 April 2007, tim kesenian Kalimantan Selatan yang diwakili oleh tim kesenian dari Amuntai, Hulu Sungai Utara akan berangkat menuju Kuala Lumpur untuk kemudian dijemput menuju Melaka.

Jemputan ini atas undangan dari Setiausaha Majilis Bandaraya Melaka Bersejarah dalam rangka untuk ikut memeriahkan Pesta Gendang Nusantara X. Event akbar tahunan yang diselenggarakan sekaligus untuk memperingati hari jadi Bandar Melaka.

Dalam Pesta Gendang akan dimeriahkan oleh rumpun Melayu dari seluruh dunia, menampilkan teknik-teknik serta karya tabuhan gendang terbaru. Setiap tahun tim kesenian dari Kalimantan Selatan mendapat undangan tetap dari panitia pesta gendang.

Jadi bagi warga Banjar yang ada di Malaysia dimohonkan agar dapat berpartisipasi memeriahkan penampilan tim kesenian dari banua kita, sekaligus mengobati kerinduan untuk melihat kesenian daerah. Mudah-mudahan sukses dan selamat kembali sampai ke tujuan.

Posted in Event Budaya | 2 Comments »

Upacara Baayun Mulud

Posted by Anak Sultan pada April 1, 2007

Salah satu tradisi masyarakat Banjar yang ramai dilakukan pada saat bulan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah tradisi upacara baayun mulud. Baayun asal katanya dari ‘ayun’, jadi bisa diterjemahkan bebas ‘melakukan proses ayunan/buaian’. Bayi yang mau ditidurkan biasanya akan diayun oleh ibunya, ayunan ini memberikan kesan melayang-layang bagi si bayi sehingga ia bisa tertidur lelap. Asal kata ‘mulud’ dari sebutan masyarakat untuk peristiwa maulud Nabi.

Upacara ini dilakukan di dalam masjid, pada ruangan tengah masjid dibuat ayunan yang membentang pada tiang-tiang masjid. Ayunan yang dibuat ada tiga lapis, lapisan atas digunakan kain sarigading (sasirangan), lapisan tengah kain kuning (kain belacu yang diberi warna kuning dari sari kunyit), dan lapisan bawah memakai kain bahalai (kain panjang tanpa sambungan jahitan).

Pada bagian tali ayunan diberi hiasan berupa anyaman janur berbentuk burung-burungan, ular-ularan, katupat bangsur, halilipan, kambang sarai, rantai, hiasan-hiasan mengunakan buah-buahan atau kue tradisional seperti cucur, cincin, kue gelang, pisang, kelapa, dan lain-lain.

Kepada setiap orang tua yang mengikutsertakan anaknya pada upacara ini harus menyerahkan piduduk, yaitu sebuah sasanggan yang berisi beras kurang lebih tiga setengah liter, sebiji gula merah, sebiji kelapa, sebiji telur ayam, benang, jarum, sebongkah garam, dan uang perak. Piduduk ini bukan maksud untuk musyrik tetapi nanti akan dimakan beramai-ramai oleh orang yang hadir. Upacara baayun mulud ini sudah merupakan upacara tahunan yang selalu digelar bersama-sama oleh masyarakat Banjar.

Peserta baayun mulud ini tidak terbatas pada bayi yang ada di kampung yang melaksanakan saja, tetapi boleh saja peserta dari kampung lain ikut meramaikan. Bahkan saat ini ada saja orang yang sudah tua ikut baayun karena mereka merasa waktu kecil dulu tidak sempat ikut upacara baayun mulud. Dalam upacara nanti akan dibacakan berbagai syair, seperti syair barzanji, syair syarafal anam, dan syair diba’i. Anak-anak yang ingin diayun akan dibawa saat dimulai pembacaan asyarakal, si anak langsung dimasukkan ke dalam ayunan yang telah disediakan.

Saat pembacaan asyarakal dikumandangkan, anak dalam ayunan diayun secara perlahan-lahan dengan cara menarik selendang yang diikat pada ayunan. Maksud diayun pada saat itu adalah untuk mengambil berkah atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW, orang tua yang hadir berharap anak yang diayun menjadi umat yang taat, bertakwa kepada Allah SWT dan RasulNya.

Upacara baayun mulud dilaksanakan pada pagi hari dimulai pukul 10.00, lebih afdhol apabila dilaksanakan bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal. Bagi orang tua yang mendapat kesempatan untuk mengikutsertakan anaknya dalam upacara ini akan merasa sangat bahagia dan beruntung.

Tradisi yang dilakukan secara massal ini sebagai pencerminan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa rahmat bagi sekalian alam, upacara ini diibatkan melakukan penyambutan berupa puji-pujian yang diucapkan dalam syair-syair merdu.

Bagi warga masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung upacara baayun mulud ini bisa datang pada tanggal 5 April 2007 di halaman Museum Negeri Lambung Mangkurat Banjarbaru mulai pagi hari sampai selesai. Jangan katinggalan lah dangsanak sabarataan.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Posted in Adat Istiadat, Event Budaya | 2 Comments »

Undangan Haul ke-154 Sultan Adam

Posted by Anak Sultan pada Maret 28, 2007

Haul akbar ke-154 Sultan Adam Al Wasik Billah akan segera digelar oleh Yayasan Sultan Adam. Sultan Kerajaan Banjar yang berkuasa dari tahun 1826 – 1857 ini telah banyak membuat perubahan dan kemajuan bagi rakyat di Kerajaan Banjar.

Undangan ini ditujukan pertama bagi zuriat Sultan Adam dimanapun berada, selain itu warga masyarakat yang ingin ikut menghadiri acara haul ini sangat diharapkan dan dipersilahkan.
Rencananya, haul ini akan dihadiri Gubernur Kalsel, Wakil Gubenur Kalsel, unsur Muspida, bupati dan walikota se-Kalsel, serta alim ulama yang ada di wilayah Kalsel dan masyarakat umum.
Haul ke-154 Sultan Adam akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal  : Sabtu, 31 Maret 2007/12 Rabiul Awal 1428 H
Waktu             : Pukul 10.00 WITA – selesai
Tempat           : Mahligai Sultan Adam Martapura, Kabupaten Banjar

Demikian undangan ini disampaikan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Panitia Pelaksana Haul Sultan Adam
KH. M. Djazouly Seman
Ketua Yayasan Sultan Adam
H. Gusti Rusdi Effendi AR

Turut mengundang
Ir. H. Gusti Khairul Saleh, MM (Bupati Banjar)
H. Gusti Shuria Rum

Posted in Event Budaya | 1 Comment »

Pendaftaran Lomba Bakisah

Posted by Anak Sultan pada Maret 24, 2007

Mengulang kesuksesan acara tahun lalu, Disbudpar Kalsel melalui Sub Dinas Bina Kesenian kembali menggelar lomba Bakisah. Penyelenggaraan lomba Bakisah ini adalah upaya untuk terus melestarikan sastra lisan yang dimiliki oleh masyarakat Banjar. Lomba yang direncanakan akan digelar pada tanggal 4 April 2007 di halaman Taman Budaya Kalsel ini akan menampilkan ‘ahli-ahli kisah’ dari berbagai lapisan masyarakat. Melalui lomba ini diharapkan bahasa Banjar dengan berbagai ragam dialek dan kekhasannya dapat terus terpelihara dengan baik.

Drs.H.Syarifuddin R, Kasubdin Bina Kesenian Disbudpar Kalsel mengungkapkan, dalam lomba ini selain mengedepankan pesan moral dalam ujaran khas Banjar, juga dituntut kreatifitas pesertanya, sehingga gaya atau performance peserta yang bersangkutan sangat diutamakan. Termasuk pakaian yang harus mencerminkan kekhasan daerah, atau disesuaikan dengan cerita yang dibawakan. (Harian Radar Banjarmasin, Sabtu 24 Maret 2007)

Dalam lomba bakisah ini biasanya tema yang dibawakan bebas, boleh diambil dari cerita mana saja. Syarat yang terpenting adalah cerita tersebut harus berbahasa Banjar. Logat yang dibawakan peserta juga diberi kebebasan apakah akan memakai logat Banjar Kuala atau Banjar Pahuluan. Cerita yang akan dibawakan nanti harus sesuai dengan unsur budaya daerah serta tidak boleh menyinggung hal-hal yang berhubungan dengan SARA.

Waktu yang diberikan kepada tiap peserta untuk tampil adalah sebanyak 7 (tujuh) menit. Dalam waktu yang diberikan ini peserta bebas mengeluarkan seluruh kemampuan bakisahnya. Gerak yang unik dan suara yang khas bisa ditampilkan, bahkan kalau mau baduduk, badiri, baguling-guling, baluncat-luncat, bakuciak dan lain sebagainya boleh saja asal sesuai dengan tema cerita dan tidak berlebihan.

Yang harus selalu diingat dalam lomba bakisah bahasa Banjar adalah peserta harus menggunakan kosakata asli Banjar, bukan kosakata bahasa Indonesia tapi dengan logat yang di-Banjar-kan. Dewan juri mungkin akan memberikan nilai kurang apabila ada kosakata yang diucapkan oleh peserta bukan kosakata asli Banjar padahal dalam bahasa Banjar ada kosakata tersebut. Peserta diharapkan sebisa mungkin menggali dan mempelajari kosakata yang ada dalam bahasa Banjar untuk dipergunakan saat tampil nanti, kecuali kata tersebut tidak ada di dalam bahasa Banjar sehingga boleh menggunakan kata yang dimaksud.

Hadiah yang diperebutkan sebagai tanda kasih berupa sejumlah uang tunai, trophy, dan piagam penghargaan untuk enam orang pemenang. Lomba ini terbuka untuk umum, siapa saja yang berminat silakan untuk mendaftarkan diri langsung ke Subdin Bina Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel, Jalan Pramuka No.4 Banjarmasin telepon (0511) 3274252, atau Taman Budaya Provinsi Kalsel Jalan Brigjen Hassan Basry No.2 Banjarmasin telepon (0511) 3304735. Pendaftaran gratis.

Ayu lakasi siapa haja nang katuju bakisah, lajui umpatan mandaftar, gasan maramiakan wan mamajuakan budaya Banjar.

Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia !

Posted in Event Budaya | 4 Comments »